BTPN Syariah Terus Tingkatkan Dana Melalui Nasabah Inklusi Prasejahtera | Detik Sumsel
BNI"

BTPN Syariah Terus Tingkatkan Dana Melalui Nasabah Inklusi Prasejahtera

Palembang, Detik Sumsel – Bermodalkan pinjaman sebesar Rp 5 juta dari BTPN Syariah dari produk Pembiayaan Tepat Syariah, Nuraini mengawali usahanya dengan menjadi pengerajin lidi nipah yang dibuat berbagai macam tempat keranjang seperti tempat untuk menjemur kerupuk hingga piring lidi yang biasa dipakai di restoran.

Pinjaman ini tanpa anggunan karena yang menjadi jaminan sentral kedukan bukit 7.

Wanita berusia 44 tahun ini menceritakan awal mulanya memulai usaha 5 tahun lalu menjadi sentra nasabah PT BTPN Syariah Tbk dengan modal pembiayaan Rp 5 juta. Sebagai Ketua Sentra Kedukan Bukit 7 ia mengajak 4 anggota untuk bergabung sebagai nasabah PT BTPN Syariah Tbk. Seiring waktu usaha anyaman yang digelutinya menunjukkan perkembangan yang cukup baik, ia mengajukan pinjaman kembali dengan plafon Rp 10 juta di tahun berikutnya Rp20 juta hingga plafon pembiayaan Rp 40 juta yang akan selesai dalam kurun waktu 7 bulan ke depan.

“Alhamdulillah, hingga saat ini usaha yang saya geluti berkembang dibantu dengan 10 ibu-ibu yang tinggal di sekitar rumah saya yang juga menjadi nasabah BTPN Syariah.”katanya

Hasil kerajinan anyaman lidi nipah tersebut dikatakan ibu tiga anak dibeli oleh para pengepul dari Kota Palembang. Rata-rata per minggu, sentra Kedukan Bukit 7 mampu memproduksi 500 ikat anyaman lidi nipah. Setiap ikatan terdiri dari 25 buah ayaman, harga paling murah mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 17.000 untuk ukuran besar.

Berkat kerja keras dan kedisiplinan usaha kerajinan ayaman lidih Nipah tersebut, istri dari Suhardi Efendi yang berprofesi sebagai juru parkir ini mampu membeli kebun sawit seluas 4 hektare (ha), membuka warung kelontong di rumah serta menjadi agen penjualan ice cream.

“Kami didampingi petugas BTPN Syariah dan mengajarkan untuk tidak hanya satu usaha. Awalnya mau beli emas, tapi takut hilang lalu bersama suami putuskan beli kebun sawit 3 tahun lalu,” katanya.

Sementara itu Direktur PT BTPN Syariah Tbk, Dwiyono B. Winantio yang turut mengunjungi rumah Nuraini yang terletak di gang sempit di Kampung Kedukan Bukit Palembang Sumsel ini mengatakan biasanya usaha para ibu berkembang lebih cepat jika dibantu dan mendapat dukungan penuh dari suami.

Dijelaskannya, BTPN Syariah melalui community officer (CO) secara rutin tiap 2 minggu mengunjungi sentra-sentra usaha nasabah prasejahtera.

Kunjungan CO itu bertujuan memberikan pelatihan, pendampingan, edukasi keuangan hingga memantau perkembangan usaha. Pemberian pinjaman, kata Dwiyono, diberikan berdasarkan perkembangan usaha, mulai dari paling kecil Rp 2,5 juta hingga Rp 100 juta. Kerajinan anyaman lidi nipah katanya sudah masuk dalam kategori sangat bagus karena pembiayaan dari hanya Rp 2,5 juta menjadi Rp 40 juta.

“Kami terus berusaha untuk memantau perkembangan usaha dan ekonomi keluarga. Kami mencoba menggali apa yang bisa kami bantu untuk mendukung nasabah inklusi prasejahtera,” jelasnya disela-sela kunjungan kerumah nasabah Nuraini, Kamis (18/11).

Dwiyono menjelaskan, BTPN Syariah mengembangkan model bisnis untuk nasabah inklusi prasejahtera atau ultra mikro sejak 2014 lalu. Model bisnis ini terus diperbarui dengan tujuan membantu nasabah prasejahtera menjadi sejahtera.

Pada tahap awal, para ibu membentuk sentra-sentra kecil beranggotakan lebih dari 10 orang yang kemudian dibantu oleh bankir pemberdaya BTPN Syariah. Kelompok kecil ini kemudian mendapatkan pelatihan untuk mengukur kesungguhan dan niat berusaha.

Pasalnya, pembiayaan yang diberikan tidak memiliki agunan. Kekompakan dalam kelompok, keberanian, disiplin dan saling bantu menjadi modal dasar untuk menyalurkan pembiayaan nasabah prasejahtera.

Melihat kinerja hingga kuartal III/2021, Dwiyono menegaskan BTPN Syariah optimistis pembiayaan dapat tumbuh dengan kualitas pembiayaan yang juga terjaga. BTPN Syariah juga akan mengembangkan kantong-kantong nasabah prasejahtera baru di Sumatra seperti di Sumatra Utara, Bangka Belitung dan Bengkulu.

Jadi sejumlah kantong-kantong yang sebelumnya tidak terjangkau akan kami coba lebih optimalkan seperti di Sumatra Utara, Babel [Bangka Belitung], dan tahun depan Bengkulu,” imbuhnya.

Sebagai gambaran, hingga kuartal III/2021, BTPN Syariah berhasil membukukan laba bersih senilai Rp1,1 triliun. Kinerja itu ditopang oleh pertumbuhan pada sisi pendanaan dan pembiayaan. Untuk dana pihak ketiga (DPK) BTPN Syariah tercatat mampu menghimpun dana Rp10,6 triliun, tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Pertumbuhan DPK juga diimbangi dengan peningkatan pembiayaan yang mencapai Rp10,2 triliun, tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Pertumbuhan pembiayaan itu juga diimbangi dengan kualitas pembiayaan yang terjaga pada level 2,4 persen.(May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Aplikasi Kuncie dan Fita dari Telkomsel Raih Google Play Awards 2021

Palembang, Detik Sumsel – Dua aplikasi besutan Telkomsel, yakni Kuncie dan Fita, berhasil meraih penghargaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *