Bupati OI Panca Wijaya Akbar Bersama Kapolres AKBP Andi Baso Rahman Cek Kesiapan Alat Karhutla

Iklan detik Sumsel

Indralaya, Detiksumsel.com – Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar bersama Kapolres AKBP Andi Baso Rahman S.ik cek kesiapan alat untuk Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di halaman Mapolres, Kamis (26/01/2023).

“Ya, hari ini kita baru selesai menggelar pasukan menghadapi persiapan Karhutlah, setelah kita lihat, alhamdulilah baik anggota gabungan lainnya sudah siap begitu juga dengan alat dalam membantu memadamkan api,” ucap Panca usai ikut apel gelar pasukan persiapan karhutlah 2023 dihalaman Mapolres OI kepada awak media.

Panca menambahkan, untuk personil gabungan kurang lebih 700 orang yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Damkar, Magala Agni, tim peduli api yang ada disetiap desa dan pihak terkait lainnya.

“Untuk personil gabungan kurang lebih 700 orang terdiri Polri, TNI, BPBD, Damkar, Manggala Agni dan pihak terkait lainnya, karena kita ketahui untuk persiapan Karhutlah tersebut sudah menjadi agenda setiap tahunan bagi kita, apalagi Kabupaten Ogan Ilir deket dengan Kota Palembang maka dari itu apabila ada Kebakaran agar cepat ditanggulangi,” bebernya.

Menurut Panca ada 24 Desa yang menjadi titik hot spot Karhutlah oleh karena itu akan terus menjadi pengawasan dalam menanggulanginya.

“Ya, dari data yang diterima menjadi titik hot spot karhutlah ada 24 Desa akan menjadi pengawasan nantinya juga di lakukan sosialisasi oleh pihak intasi terkait,” ucapnya.

Selain itu juga Panca Wijaya Akbar menghimbau kepada masyarakat Ogan Ilir dalam membuka lahan tidak dengan cara membakar.

“Saya menghimbau kepada masyarakat Ogan Ilir agar dalam membuka lahan tidak dengan cara membakar, jika pun harus membakar, apinya dalam sekala kecil saja dan jangan ditinggalkan agar api tidak membesar,” himbaunya.

Selain Panca mengimbau masyarakat agar tidak membakar saat membuka lahan, ia juga menghimbau perusahaan seperti PTPN VII Cinta manis untuk tidak dahulu memanen tebu.

“Karena kita ketahui saat melakukan panen tebu harus dengan cara membakar oleh karena itu sementara waktu ini tidak dahulu memanen,” tungkasnya. (AL)

Komentar