Cak Amir : Melihat Konsep dan Sejarah Gus Yahya Layak Jadi Ketum PBNU | Detik Sumsel
BNI"
Cak Amir (kiri) bersam Gus Yahya (kanan)

Cak Amir : Melihat Konsep dan Sejarah Gus Yahya Layak Jadi Ketum PBNU

Palembang, Detik Sumsel – Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 yang akan digelar di Provinsi Lampung, pada 23 sampai 25 Desember 2021, menjadi cikal bakal kebangkitan NU abad ke dua.

Seperti dalam chanel YouTube KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya terang KH Amiruddin Nahrwai, bila para generasi cendikiawan NU sengaja mempersiapkan anggotanya yang merupakan kader penerus ulama NU.

Disana juga Gus Yahya memberikan contoh, Kiai Maimoen yang mewanti putranya bagaiamana peradaban akan mengalami perubahan terus menerus.

“Para pemimpin NU selalu menelurkan kebijakan atas dorongan kebutuhan zaman,”jelasnya melalui sambungan seluler, Rabu (17/11)

Dilain itu dikaitkan Cak Amir, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staguf dalam buku Perjuangan Besar Nahdlatul Ulama (2020) memiliki gagasan untuk membangun kebangkitan NU di masa depan. Terdapat tiga poin kebangkitan yang harus dilakukan NU dengan berbagai kekayaannya. Ketiganya adalah kebangkitan intelektualisme, teknokrasi, dan kewirausahaan.

KH Amiruddin Nahrawi atau yang akrab disapa Cak Amir

Secara Sejarah Gus Yahya Sangat Pas Memimpin PBNU

Sejarah telah mencatat demikian besar peran NU dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Salah satu aspek terpenting, bagaimana NU secara elegan menuntaskan hubungan antara paham keagamaan dan paham kebangsaan sebagai landasan kenegaraan, justru dengan jawaban agama, haruslah diakui bukan pekerjaan ringan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PWNU Sumatera Selatan KH Amiruddin Nahrawi melalui sambungan seluler.

Untuk itulah terang Cak Amir sapaan akrab KH Amiruddin Nahrawi ini, dibutuhkan sosok pemimpin NU yang benar – benar ideal, apalagi NU akan memasuki abad ke dua.

“Dalam perhitungan hijriyah, pada 16 Rajab yang akan datang, NU memasuki usia ke 99. Pada 31 Januari 2022, NU berusia 96 tahun. Artinya, hasil muktamar kali inilah yang akan mengantarkan NU memasuki abad kedua. Di sini pula strategisnya sosok yang ideal,”terang Cak Amir.

“Sosok ideal itu ada di Gus Yahya, Ayah Gus Yahya adalah tokoh NU KH Muhammad Cholil Bisri, dan juga keponakan dari KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, pengasuh ponpes Raudlatut Thalibin. Jadi jangan diragukan soal NU nya,”ungkap Cak Amir lebih lanjut

Gus Yahya juga terangnya pernah menjadi murid KH. Ali Maksum di Madrasah Al-Munawwir Krapyak di Yogyakarta

Ia juga menilai bila sosok Gus Yahya merupakan salah satu sosok yang bisa memimpin NU diera perkembangan zaman.

“Mari sama – sama kita ijtihad memilih pemimpin yang mempunyai konsep membawa perubahan. Yakinlah Gus Yahya mampu menjawab tantangan di massa yang akan datang,”tandasnya.(Ram)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Danrem Gapo Ikut Rakor Jumlah Final Operasi PPKM dan Vaksinasi

Palembang, Detik Sumsel — Komandan Korem (Danrem) 044 / Gapo Brigjen TNI M Naudi Nurdika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *