Cerita Marbot Masjid Assa’Adah Mapolda Sumsel Selama Pandemi Covid 19 | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Susanto salah satu marbot masjid Assa'Adah Mapolda Sumsel melantunkan ayat suci alquran jelang adzan dzuhur

Cerita Marbot Masjid Assa’Adah Mapolda Sumsel Selama Pandemi Covid 19

Palembang, Detik Sumsel — Lantunan ayat suci alquran menggema terdengar dari corong speaker masjid Assa’Adah Mapolda Sumsel menjelang adzan dzuhur. Melihat jam baru menunjukan pukul 11.45 WIB mengaji singkat ini memang sengaja dilakukan sebagai penanda jelan masuknya waktu dzuhur disetiap masjid.

Lantunan merdu ayat suci alquran tersebut rupanya keluar dari mulut seorang pria diketahui bernama Susanto (39) salah satu marbot masjid Assa’Adah. Santo sapaan akrabnya dengan memakai masker dan mengenakan baju koko berwarna putih, celana panjang berpeci hitam berlist putih tanpa khusuk membaca alquran.

Sekitar 15 menit melantunkan ayat suci alquran, alarm masjid pun berbunyi tanda masuk nya waktu dzuhur telah tiba. Santo pun menyudahi mengaji lalu bergegas menuju ruangan disamping mimbar masjid untuk mengumandangkan adzan dzuhur.

Setelah adzan Santo pun melaksanakan sholat sunat dua rakaat sebelum dzuhur. Usai melaksanakan sholat dzuhur Detik Sumsel berkesempatan untuk mewawancari Susanto seputar aktivitas nya sebagai marbot masjid selama pandemi Covid 19 yang melanda dunia setahun lebih.

Susanto menceritakan selama pandemi Covid 19 dan sampai saat ini Covid 19 belum berlalu. Namun Covid 19 tidak menyurutkan langkah kaki jamaah masjid Assa’Adah untuk beribadah sholat lima waktu ke masjid meski ada himbauan dari pemerintah menjauhi kerumunan.

Baca Juga :   Tiba di Sumsel, Irjen Pol Firli Ungkap Dua Teori Cegah Karhutla

“Alhamdulilah selama pandemi covid 19 tidak ada perubahan jamaah yang datang melaksanakan shalat fardu di masjid Assa’Adah. Justru selama ada corona jamaah tetap semangat beribadah ke masjid ini (Assa’Adah),”kata Santo kepada detik sumsel.com Kamis (17/6/2021).

Dikatakan Santo, selama pandemi Covid 19 masjid Assa’Adah menerapkan protokol kesehatan standar covid 19. Dimana setiap jamaah akan melaksanakan sholat lima waktu di masjid Assa’Adah wajib memakai masker, cuci tangan, serta menjaga jarak, dan dianjurkan para jamaah agar membawa sajadah dari rumah untuk menghindari penularan covid 19 di lingkungan masjid.

“Selama covid 19, kami sengaja tidak memasang sajadah dan shaf – shaf jamaah kami kasih jarak setengah meter. Alhamdulillah sejauh ini kesadaran jamaah dalam mematuhi prokes sudah sangat patuh rata rata jamaah yang datang sudah memakai masker,”tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Santo selama pandemi Covid 19 masjid Assa’Adah sudah dua kali bulan ramadhan dan idul fitri tidak menggelar sholat tarawih dan sholat id berjamaah. Hal ini mengikuti anjuran pemerintah meniadakan sholat tarawih dan sholat id selama pandemi covid 19 masih mewahan.

Baca Juga :   Sebagian Sumsel Terancam Longsor dan Banjir

“Kalau puncak puncaknya Covid 19 tahun 2020 lalu, masjid Assa’Adah meniadakan sholat jumat di masjid tapi tidak berlangsung lama pemerintah memberikan kelonggaran dan sholat jumat bisa dilakukan kembali,”tutur ayah dua anak ini.

Selama pandemi Covid 19, Santo masih bersyukur karena ia pernah mendapatkan bantuan dari Kapolda Sumsel untuk marbot masjid. Begitu juga dengan infaq melalui kotak amal yang di taruh di masjid tidak berpengaruh karena masih ada saja jamaah yang menyumbangkan uangnya melalui kotak kotak amal yang diedarkan setiap sholat jumat maupun celengan besar yang ditaruh didalam masjid.

“Sumbangan yang didapat dari celengan maupun kotak amal yang kami edarkan tidak berpengaruh sama sekali selama covid 19. Sumbangan yang kami dapat dari jamaah melalui kotak amal maupun celengan tetap stabil,”ungkapnya.

Santo berharap sebagai seorang marbot terlebih sebagai seorang muslim yang beriman selalu memanjatkan doa kepada Allah Subhanallah agar virus Corona segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat kembali normal seperti semula sebelum Corona mewabah.

“Dengan tidak lagi virus Corona masyarakat kembali sehat dan bisa beraktivitas seperti biasa sehingga perekonomian Indonesia kembali pulih dan masyarakat menjadi sejahtera,”tutupnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Inovasi Polsek Sekayu Mobil Watercanon Mini Fungsinya Semprotkan Disinfektan

Palembang, Detik Sumsel — Berbagai upaya dilakukan semua orang untuk memutus rantai penyebaran virus Covid …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *