CIFOR Gelar Riset Restorasi Mangrove di Banyuasin

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Detik Sumsel, Banyuasin – CIFOR (Center for International Forestry Research) adalah lembaga penelitian non-profit yang bergerak di sektor kehutanan, tata guna lahan dan pembangunan berkelanjutan, yang dibentuk melalui Surat Keputusan Presiden No. 71 tahun 1993 dan berkantor pusat di Bogor.

CIFOR dan mitra (Universitas Sriwijaya dan Forum DAS Sumsel) akan melaksanakan kegiatan penelitian dengan tema β€œRiset Aksi untuk Meningkatkan Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan, dengan mengawali kegiatan acara kick off meeting bersama Pemerintah Pusat, Pempro Sumsel, Pemkab Banyuasin, pemerintah daerah dan Masyarakat, sektor swasta, Perguruan Tinggi, Forum, Mitra Pembangunan, Jurnalis dan Media di hotel aryaduta palembang. Rabu (30/3).

Penelitian ini rencananya akan di laksanakan beberapa Desa terpilih yakni Desa Sungsang I, Desa Sungsang II, Desa Sungsang III Desa Sungsang IV, dan Desa Marga Sungsang Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan. Kegiatan penelitian ini telah mendapatkan dukungan dari Bupati Banyuasin melalui surat nomor 050/1603/Bappeda Litbang-PIK/2021 dengan harapan untuk dapat memberi dampak dan berkontribusi pada upaya dan program restorasi mangrove dan pembangunan ekonomi masyarakat di Kabupaten Banyuasin.

Senior Scientist, Center for International Forestry Research (CIFOR) Deputy Country Director, CIFOR-ICRAF Indonesia, Prof. Dr. Herry Purnomo dalam sambutannya melalui zoom meeting mengatakan, ekosistem mangrove di Banyuasin sangat terkait dengan kelangsungan matapencaharian masyarakat, terutama di daerah Sungsang dan sekitarnya dimana sebagian masyarakat adalah nelayan yang bergantung pada praktik penangkapan ikan tradisional.
“Direkomendasikan bahwa strategi untuk pengelolaan mangrove di Banyuasin perlu untuk memberdayakan masyarakat lokal dan mendorong pertumbuhan yang mengutamakan keberlanjutan”. Jelasnya

Asisten III kabupaten banyuasin, Ir. Babul Ibrahim, M. Si, dalam sambutannya mengatakan Pemkab banyuasin sangat mendukung riset bersama lembaga-lembaga lain yang terlibat karena Riset ini sendiri sangat berpengaruh besar bagi masyarakat di sekitar mangrove

“Terima kasih, karena kabupaten Banyuasin dipilih untuk Riset ini, dimana dapat berguna untuk meningkatkan kehidupan dan pemberdayaan masyarakat kedepan di wilayah Banyuasin”, ucapnya.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banyuasin, Ir. Kosaruddin mengatakan, kegiatan ini sangat penting sekali karena untuk mepertahankan hutan mangrove di wilayah Kabupaten Banyuasin”

“Perlu kita ketahui bahwa hutan magrove merupakan penghasil karbon bagi kehidupan kita kemudian selain itu juga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata untuk kegiatan bisnis di daerah setempat”, Jelasnya

Camat Banyuasin II, Salinan, S. Sos., MM mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan riset di wilayah kecamatan Banyuasin II khususnya 5 Desa terpilih yakni Desa Sungsang I, Desa Sungsang II, Desa Sungsang III Desa Sungsang IV, dan Desa Marga Sungsang.

“Kami mendukung sepenuhnya dan akan memfasilitasi riset agar berjalan dengan baik kedepannya serta mengucapkan Terima kasih kepada Ketua Riset Prof. Dr. Hary Purnomo dan saudara Apriyanto dan chika sebagai perwakilan CIPOR yang telah berkoordinasi dengan baik dengan kami selama ini sehingga acara kick off meeting berjalan dengan lancar”. Ungkapnya

Kepala Desa Sunsang IV, Romi mengatakan Kami sangat menyambut baik kegiatan pengembangan model bisnis berbasis masyarakat untuk restorasi mangrove yang di inisiasi oleh CIFOR dgn melibatkan yang terkait baik dari pemerintahan maupun lembaga yang ada.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini akan menambah peningkatan ekonomi masyarakat” pungkasnya. (Bet)

Komentar