Dana BOS Telat Cair, Kepsek Harus Putar Otak 

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Lahat, Detik Sumsel — Kendati ditunggu – tunggu, Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), rupanya kerap membuat Kepala Sekolah memutar otak. Pasalnya dana bantuan yang bisa membiaya operasional sekolah, hingga penggunaan untuk membayar bagi guru honorer itu, pencairannya kerap terlambat. Sehingga pihak sekolah harus mampu mencari cara, untuk menutupi keterlambatan tersebut.

Seperti yang diutarakan Kepala SMKN 2 Lahat, Likwanyu, SPd. Dirinya mengakui setiap sekolah pasti ada ketergantungan terhadap dana BOS. Meskipun begitu, keterlambatan pencarian dana BOS ini tidak mempengaruhi sekolahnya. Apalagi sampai menghambat aktivitas sekolah.

“Kalau kita tidak ada masalah. Itu tergantung cara managemennya. Kalau kita biasanya meminjam dahulu ke internal sekolah, seperti koperasi dan bisnis canter sekolah. Solusi lain, meminjam ke pihak lain namun tidak berbunga,” ujar Likwanyu, Selasa (18/2).

Lanjut Likwanyu, ada 13 kegiatan yang dibiaya oleh dana BOS. Seperti untuk keperluan ATK, kegiatan kesiswaan, pengembangan profesi guru dan lainya. Untuk sekolahnya sendiri mendapatkan jata dana BOS Rp1,6 miliar pertahun.

“Harapan kita dana BOS bos cair diawal bulan, supaya tak menghambat meski bisa ditanggulangi,” sampainya.

Sementara, Kepala MKKS SMK Lahat, Abdur Rahman, SPd MM menerangkan, ada perubahan waktu pencairan dana bos. Jika sebelumnya dana BOS cair per triwulan,
saat ini empat bulan sekali. Tidak hanya itu, jika awalnya dana bos melalui provinsi, kini langsung dari pusat.

“Ya memang sebelumnya sudah jadi perbincangan terkait dana BOS yang belum cair. Namun itu sudah disampaikan ke Pusat dalam hal ini menteri pendidikan. Saat ini dana tersebut juga sudah cair,” terang Abdur Rahman. (heru).

Komentar