Datangi DPRD, Ratusan Pedagang Tolak Tempati PTM II | Detik Sumsel
Pemprov
Sejumlah perwakilan pedagang tampak berdiskusi dengan Ketua DPRD Kota Prabumulih.(Ichal/detiksumsel.com)

Datangi DPRD, Ratusan Pedagang Tolak Tempati PTM II

# Minta Pemkot Benahi PTM II

Prabumulih, Detik Sumsel – Rencana Pemerintah Kota Prabumulih untuk merelokasi para pedagang ke Pasar Tradisional Modern (PTM) II tampaknya tidak berjalan mulus. Pasalnya, para pedagang tidak terima dan enggan menempati PTM II lantaran lapak dan kios yang disediakan terlalu kecil.

Padahal proses pembagian lapak dan kios yang dilakukan dengan cara diundi itu sudah hampir selesai diberikan. Namun, para pedagang malah mengembalikan nomor undian lapak lantaran kecewa dengan tempat yang mereka dapat.

Sebagai bentuk penolakan, Senin siang (26/11) sekitar pukul 10.30 wib ratusan pedagang yang tergabung dalam asosiasi para pedagang menggelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih. Mereka meminta anggota dewan khususnya Komisi III untuk menjembatani masalah yang dihadapi oleh pedagang.

Aksi demo pedagang ini pun langsung disambut oleh Ketua DPRD Kota Prabumulih Ahmad Palo SE. Usai mendengarkan orasi para pedagang, Ahmad Palo pun kemudian mengajak sejumlah perwakilan pedagang untuk duduk bersama membahas tuntutan pedagang.

“Kami pedagang sudah sepakat untuk tidak akan menempati PTM II, sebelum Pemkot Prabumulih membenahi kembali pasar tersebut. Karena menurut kami tidak layak untuk ditempati. Bukan hanya masalah ukuran lapak dan kios yang kecil saja, melainkan kelayakan bangunan gedung juga patut kita pertanyakan. Apakah sudah sesuai standar atau belum,” ujar Faisal satu diantara perwakilan pedagang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Azadin, menurutnya jumlah pedagang dengan lapak dan kioa yang disediakan tidak masuk akal. Awalnya data pedagang hanya berjumlah sekitar 700 pedagang, namun tiba-tiba jumlah tersebut bertambah menjadi 1900 pedagang. Sehingga ukuran lapak dan kios diperkecil agar seluruh pedagang bisa masuk ke dalam PTM tersebut.

“Ini kan tidak masuk akal. Kok kami pedagang lama yang harusnya diprioritaskan malah jadi korbannya. Apalagi jatah lapak dan kios sangat kecil. Bagaimana kami mau berjualan dengan nyaman sedangkan kami sesama pedagang saja harus berdesakan di dalamnya,” imbuhnya.

Bahkan menurutnya, para pedagang sangat kecewa dan curiga dengan kepala pasar. Mereka mengaku kepala pasar telah membuat kebijakan yang tidak masuk akal, bahkan dinilai telah mengobok-obok tatanan pasar.

“Kami curiga kepala pasar telah menjual belikan lapak dan kios kepada pedagang lainnya. Untuk itu kepada Pemkot Prabumulih kami harapkan segera menelaah dugaan tersebut lebih lanjut dan mengganti kepala pasar dengan yang baru,” bebernya.

Sementara itu, Ahmad Palo mengaku sudah menerima kesepakatan dari pedagang untuk menolak relokasi pedagang ke PTM II. Menurut Ahmad Palo, kedatangan pedagang ke kantor DPRD Kota Prabumulih adalah yang ke tiga kalinya.

“Pertemuan pertama dan yang kedua sudah kita sampaikan kepada Walikota Prabumulih. Nah kali ini mereka melakukan aksi untuk menolak direlokasi ke PTM hingga batas waktu yang tidak ditentukan dan sudah kita sepakati,” ungkap Ahmad Palo.

Ditanya terkait keadaan gedung dan lapak serta kios yang disiapkan untuk pedagang, dirinya mengaku jika hal tersebut memang tidak sesuai. Terlebih lagi daya tampung gedung PTM II tidak akan muat untuk menampung seluruh pedagang.

“Kita sudah tinjau langsung ke lapangan beberapa waktu lalu, memang sangat tidak memungkinkan untuk menampung seluruh pedagang. Untuk itu kita terus berkoordinasi dengan Pemkot agar segera mencarikan solusi. Pedagang tidak akan pindah sebelum tuntutan mereka dipenuhi oleh Pemkot, yakni perluasan lapak dan kios. Karena mereka ingin berdagang dengan aman dan nyaman,” tandasnya. (Ichal)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Lapas Lahat Tidak Siapkan Bilik Asmara Bagi Warga Binaan

Lahat, Detik Sumsel – Plt Kalapas Kelas IIA Lahat, Pudjiono Gunawan SH MSi didampingi Plh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *