Dengar Lahannya Akan Dieksekusi, Warga Pertahanan Ujung Siap Lawan Mafia Tanah | Detik Sumsel
Detik
Warga Jalan Pertahanan Ujung, Kelurahan 16 Ulu siap melakukan perlawanan terhadap mafia tanah

Dengar Lahannya Akan Dieksekusi, Warga Pertahanan Ujung Siap Lawan Mafia Tanah

Palembang, Detik Sumsel — Dengan membentangkan spanduk yang berisi penolakan eksekusi terhadap tanah mereka. Ratusan warga Jalan Pertahanan Ujung, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang siap melakukan perlawanan terhadap mafia tanah.

Hal ini menyusul di kabulkannya kasasi di tingkat Mahkamah Agung yang diajukan pihak Ratna Juwita yang melaporkan Tjik Maimunah dalam kasus pemalsuan surat. Dalam kasus ini Tjik Maimunah di vonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang, yang diketuai oleh hakim Touc Simanjuntak SH MH berapa waktu lalu.

Hafis (54), yang mengatakan jika dilokasi tanah di Jalan Pertahanan Ujung setidaknya ada 200 warga pemilik lahan, yang membeli dari Tjik Maimunah.

“Warga sini ada sekitar 200 KK, yang membeli tahan dari Tjik Maimunah dari tahun 2004. Kami punya bukti SPH, bahkan sebagian sudah ada yang sertifikat,” jelas Hafis, Rabu (15/12/2021).

Dirinya mengatakan jika warga sekirar sangat keberatan jika lahan tersebut harus diesekusi oleh pihak terkait, dalam hal ini pihak Ratna Juwita Nasution.

“Kami tidak akan angkat kaki dari sini, lahan ini adalah miliki kami sejak lama. Bila perlu sampai titik darah penghabisan akan kami pertahankan,” tegasnya.

Hafiz juga menyebutkan jika sudah ada warga yang ditakut-takuti oleh aparat, yang ingin memasang patok di salah satu lahan.

Sementara itu dikonfirmasi pada kuasa hukum, Tjik Maimunah, Titis Rachmawati SH MH membenarkan jika memang ada ratusan warga yang berkumpul dilokasi lahan, dan menolak untuk diesekusi.

“Ratusan warga itu adalah pemilik sah dari lahan yang sebelumnya mereka beli dari Tjik Maimunah, yang diklaim oleh pihak Ratna Juwita. Jadi wajar saja jika para warga merasa keberatan dan marah jika lahannya akan dirampas, lahan tersebut mereka beli sendiri,” ujar Titis yang dikonfirmasi, Rabu (15/12/2021).

Menurutnya kemarahan warga bermula dari adanya pernyataan pihak Ratna Juwita Nasution yang menyebut akan melakukan eksekusi atas lahan serta menyebutkan jika Tjik Maimunah telah memalsukan surat tanah.

Titis menjelaskan, bahwasanya  Ratna Juwita membeli tanah pada 2015 dengan BPJB di wilayah 8 Ulu, Palembang, yang kemudian mengklaim lahan 6000 meter milik Tjik Maimunah yang berada dalam wilayah 16 Ulu.

“Kita heran, siapa yang memindahkan tanah atau wilayahnya. Kok bisa mereka mengklaim lahan milik orang yang ada di wilayah lain. Kami akan perjuangkan hak warga, meski MA kabulkan kasasi mereka, tapi masih ada upaya hukum lain, PK,” tegasnya.

Dilain pihak Ratna Juwita Nasution melalui kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution SH MH mengatakan jika lahan seluas 6000 Meter di kawasan Jalan Pertahanan Ujung, Lorong Perjuangan 4, RT 73 RW 21, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 2, akan segera di esekusi.

Bahkan disebutkan bahwa pihak Ratna Juwita Nasution, memperingati jika ada pihak yang menguasi lahan tersebut agar segera meninggalkan lokasi, serta membongkar bangunan yang berdiri diatasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Masyarakat Minta PJ Bupati OKU Segera Ditetapkan 

Baturaja, Detik Sumsel – Hingga saat ini belum ada kejelasan siapa yang bakal menjadi PJ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *