Desa Benakat Minyak Diresmikan Bupati PALI Sebagai Pilot Project DME | Detik Sumsel
Detik
Desa Benakat Minyak Diresmikan Bupati PALI Sebagai Pilot Project DME
Bupati PALI H Heri Amalindo secara langsung meresmikan pilot project Desa Mandiri Energi (DME).

Desa Benakat Minyak Diresmikan Bupati PALI Sebagai Pilot Project DME

PALI, Detik Sumsel- Desa Benakat Minyak yang berada di Kecamatan Talang ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi desa pilot project pemanfaatan biogas dengan menggunakan kotoran hewan (sapi) sebagai Desa Mandiri Energi (DME) di Kabupaten Pali.

Bupati PALI H Heri Amalindo secara langsung meresmikan pilot project Desa Mandiri Energi (DME) pemanfaatan Biogas dengan menggunakan kotoran hewan (sapi) di Desa Benakat minyak tersebut pada Rabu (15/4/20200).

Selain sebagai percontohan pemanfaatan biogas, juga salah satu solusi penghematan gas dan listrik, dan yang tak kala penting biogas kotoran sapi ini juga berdampak pada kebersihan lingkungan. Peresmian biogas bantuan dari Bupati PALI H Heri Amalindo itu ditandai dengan penyalaan kompor rumah tangga milik warga dan lampu berbasis biogas langsung oleh Heri Amalindo.

Bupati Heri Amalindo menjelaskan bahwa pemanfaatan biogas kotoran ternak hewan melalui program DME berbasis biogas manfaatnya sangat cukup besar, selain lingkungan bersih juga dapat mengurangi ketergantungan gas dan listrik untuk lampu pada kehidupan sehari-hari.

“Memasak, penerangan lampu bisa menggunakan biogas, selain dari pada itu juga dapat digunakan sebagai pupuk organik sisa hasil limbah biogas, artinya manfaatnya cukup banyak, kami berharap desa-desa lain bisa mengadopsi hal yang sama khususnya di PALI,” terang Heri Amalindo.

Ditempat yang sama Project Manager DEM Biogas, Priadi melalui Fizal selaku pendamping DME Bigogas Desa Benkat Minyak menjelaskanya, pihaknya berharap desa Benakat Minyak sebagai pilot project DME berbasis biogas berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) tentang penetapaan lokasi DME berbasis biogas.

“Untuk satu unit, saat sebagi contoh keluarga ini menggunakan unit muatan empat kubik, 4 kubik ini cukup untuk konsumsi dua rumah, listrik dan kompos begitu juga pupuk organik melalui proses lebih lanjut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, selain unit empat kibuk juga ada kapasitas lebih besar, mulai dari 6, 8, 12 sampai 80 kubik. Itu tergantung dengan jumlah ternak yang pemilik unit biogas atau keluarga.

“Itu disesuaikan dengan kepemilikan jumlah hewan. Kalo untuk unit 4 kubik tahap awal membutuhkan 1,4 ton kotoran sapi, kemudian setiap bulanya hanya membutuhkan 30 kilogram dalam setiap bulanya. Proses pemakaian unit baru lebih kurang 10 hari hingga 1 bulan, setelah satu bulan stabil. Kalau rajin merawatnya akan lebih lama umur unit biogas bisa puluhan tahun,” ungkapnya. (Adv/Haw)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Crew Kapal MV Charlotte Tewas Tengkurap Diatas Kapal di Perairan Tanjung Buyut

Palembang, Detik Sumsel — Seorang crew kapal MV Charlotte dilaporkan meninggal dunia diatas kapal diperairan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *