Desak Kejari Usut Dugaan Korupsi Dana BOK | Detik Sumsel
Detik
Desak Kejari Usut Dugaan Korupsi Dana BOK
Desak Kejari Usut Dugaan Korupsi Dana BOK

Desak Kejari Usut Dugaan Korupsi Dana BOK

Indralaya, Detik Sumsel – Puluhan orang yang tergabung dalam LSM Bersatu, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kejaksaan Ogan Ilir, Kamis (06/02). Massa sekitar 40 orang ini meminta Kejaksaan melakukan pemeriksaan dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan Ogan Ilir.

Dalam orasinya, Alex Kayuza, meminta Kejaksaan Negeri Ogan Ilir mengusut tuntas dugaan 50 item kegiatan dan pengadaan yang diduga fiktif di tiga UPTD Puskesmas.

“Kami minta Kejaksaan dapat mengusut dugaan korupsi BOK di tiga Puskesmas. Puskesmas Betung, Puskesmas Rantau Panjang, dan Puskesmas Sungai Keli,” ujarnya.

Alex menambahkan, selain dugaan tersebut, Kejaksaan harus mengusut dugaan setoran 10 persen dari oknum di setiap Puskesmas ke oknum di Dinas Kesehatan.

Dalam orasinya, ia juga menegaskan aksi dan tuntutan massa tidak diakomodir dan tidak ada progress dalam dua minggu ke depan. Alex mengatakan akan melakukan aksi di Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Sekedar informasi, BOK adalah Bantuan Biaya Operasional Kesehatan non gaji untuk Puskesmas dan jaringannya serta UKBM dalam menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Promotif dan Preventif KIA-KB, Gizi, Imunisasi, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, dan Pengendalian Penyakit untuk mempercepat pencapaian tujuan MDGs.

Oknum di dinas tersebut diduga melakukan pungli ataupun memungut 10 hingga 15 persen dari jumlah dana BOK di masing-masing Puskesmas. Selain memerintahkan Kepala Puskesmas untuk menyetor hingga puluhan persen.

Sementara oknum D diduga menjadi eksekutor yang menerima setoran dari Puskesmas, dengan kata lain oknum D menjadi pintu masuk setoran dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan.

Dikonfirmasi hal tersebut, D mengklaim tidak ada pungutan ataupun setoran kepada Dinas Kesehatan. Semua administrasi laporan BOK sudah tersalurkan dengan baik.

“Semua administrasi laporan BOK semuanya sudah baik dan benar,” katanya belum lama ini. Namun aneh, tak lama berselang setelah D menyatakan laporan BOK sudah baik dan benar, D malah meminta wartawan agar terkait persoalan ini jangan sampai diberitakan di media.

“Jangan dulu diberitakan, kito masih koordinasi dengan Ketua BOK dan Ibu Kepala Dinas,” katanya. Lain setoran, lain pula persoalan di Puskesmas. Oknum Kepala Puskesmas dan Bendahara salah satu Puskesmas diduga melakukan hal serupa.

“Dari BOK tahun 2019, setoran untuk kepala Puskesmas sebesar 10 persen dan Ibu bendahara kami sebesar 5 persen. Itu belum setoran ke Dinas Kesehatan,” ujar sumber yang minta dipanggil dengan sebutan Mawar.

Menanggapi aksi demo ini, Kasi Pidsus Kejari Ogan Ilir, Beni Wijaya mengatakan, data-data dan dugaan yang disampaikan akan dipelajari untuk menentukan langkah-langkah hukum. “Masih akan menindaklanjuti anggaran negara ini digunakan sesuai peruntukan atau tidak,” katanya. (AL)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

RA Anita Raih Anugrah Perempuan Indonesia 2022

Yogyakarta, Detik Sumsel – Ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati SH MH meraih anugerah Perempuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *