Ditangkap Jual Satwa Dilindungi, Santi Tidak Tahu Kalau Kukang Satwa yang Dilindungi | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Kukang Sumatera Satwa liar dilindungi yang diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel

Ditangkap Jual Satwa Dilindungi, Santi Tidak Tahu Kalau Kukang Satwa yang Dilindungi

Palembang, Detik Sumsel — Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel menangkap satu pelaku perdagangan satwa liar dilindungi jenis Kukang Sumatera di pasar burung Jalan Beringin Janggut, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang Selasa (23/4).

Primata dengan nama latin Nycticebus coucang berjumlah delapan ekor yang diamankan dari Santi seorang penjual jangkrik saat hendak menunggu pembeli.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Zulkarnain mengatakan pelaku penjual satwa liar yang dilindungi ini ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat adanya penjualan hewan liar dilindungi di pasar burung Senin (22/4).

Baca Juga :   Penghitungan Suara Selesai, Anggota KPPS Ini Minta Foto Bareng Heri Gondrong

“Dari informasi inilah anggota Ditreskrimsus melakukan penyelidikan dilokasi pasar burung, saat dilakukan penyelidikan polisi menemukan pelaku sedang menjual delapan ekor Kukang anggota langsung melakukan penangkapan,”katanya kepada wartawan.

Lanjutnya, untuk kelangsungan hidup Kukang Sumatera, Kukang dititipkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel. Sedangkan pelakunya tidak dilakukan penahanan dan hanya dikenakan wajib lapor dikarena pertimbangan kemanusiaan dan pelakunya perempuan serta memiliki anak menyusui.

“Berdasarkan keterangan dari pelaku Kukang tersebut didapatnya dari masyarakat bukan sebagai penangkap. Dari mana asal Kukang masih kami dalami. Pelaku dikenakan pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2) huruf A UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem nya dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan denda 100 juta,”bebernya.

Baca Juga :   171 Honorer Pemkab OKI Terima SK PPPK

Sementara itu, Santi mengaku Kukang yang diamankan dibeli dari seseorang seharga 100 ribu dan akan dijual kembali 150 ribu. Dirinya tidak tahu kalau Kukang hewan yang dilindungi.

“Baru satu kali ini pak, saya menjual Kukang kalau sehari hari saya hanya menjual jangkrik. Karena kebutuhan ekonomi jadi saya lakukan ini saya menyesel dan tobat tidak akan lagi menjual,”sesal warga Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang ini.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Desak Pemkot Pagaralam Harus Miliki Alat Tes Swab PCR

Pagaralam, Detik Sumsel- Terus bertambahnya kasus terkonfirmasi positif terpapar Virus Corona (Covid-19) dan kasus yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *