Diduga Ada Kekerasan, Polisi Bongkar Makam Madon untuk Dioutopsi | Detik Sumsel
BNI"
Suasana pembongkaran makam almarhum Madon di TPU Puncak Sekuning Palembang

Diduga Ada Kekerasan, Polisi Bongkar Makam Madon untuk Dioutopsi

Palembang, Detik Sumsel — Satreskrim Polrestabes Palembang mendatangkan dokter forensik untuk membongkar makam Madon (14) di Tempat Pemakaman Umum Puncak Sekuning, Senin (25/10).

Pembongkaran makam ini dilakukan untuk mengoutopsi jenazah Madon karena diduga almarhum Madon meninggal karena adanya kenjanggalan. Diketahui almarhum Madon ditemukan tewas di Sungai Sekanak tepatnya di bawah Jembatan Karang, 26 Ilir, senin (11/10).

Ditemui di TPU Puncak Sekuning Lip keluarga almarhum Madon mengatakan makam Madon dibongkar untuk di outopsi mencari tahu penyebab kematiannya. Madon ditemukan meninggal dunia Senin (11/10) pagi.

“Banyak kejanggalan di jenazah Madon, tangannya terpelintir kebelakang, lalu kepala nya ada bekas berdarah,” ujar Lip, Senin (25/10).

Dikatakan Lip pada saat korban ditemukan pihak keluarga panik dan tidak memikirkan banyak hal kecuali menguburkan Madon terlebih dahulu dan tidak terfikir untuk autopsi.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi mengatakan unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang melakukan pembongkaran makam Madon untuk mengetahui penyebab kematiannya.

“Awalnya korban ditemukan meninggal diduga karena sakit. Saat itu pihak keluarga ketika jenazah hendak dilakukan otopsi, pihak keluarga menolak, dan mengatakan bahwa korban memang sakit,” katanya.

Satreskrim Polrestabes Palembang tidak tinggal diam dengan kasus tersebut. Pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait kecurigaan penyebab meninggalnya korban.

“Dari hasil penyelidikan kami, hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, ditemukan indikasi sebelum meninggal dunia bahwa korban sempat berkelahi. Kemudian kami meminta izin kepada pihak keluarga, untuk melakukan otopsi terhadap jenazah, hari ini kami membongkar makamnya dan alhamdulillah pihak keluarga mengizinkan,” katanya.

Untuk hasil outopsi terhadap jenazah almarhum masih ditunggu.

“Dokter Forensik masih melakukan pemeriksaan hasil outopsi jenazah korbanl. Dugaan sementara hasil pemeriksaan kami, bahwa korban meninggal karena mengalami kekerasan,”tutupnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

1700 Anak Di OKU Dapat Makanan Tambahan Sehat

Baturaja, Detik Sumsel – Sebanyak 1700 anak-anak PAUD menerima makanan tambahan sehat dalam kegiatan pemberian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *