Diduga Ada Nepotisme dalam Pengangkatan Dirut PDAM Tirta Lematang | Detik Sumsel
Pemprov
Suasana tegang ketika masa memaksa bertemu Kajari Lahat. Foto Heru/DS

Diduga Ada Nepotisme dalam Pengangkatan Dirut PDAM Tirta Lematang

# Mahasiswa Datangi Kejari Lahat

Lahat, Detik Sumsel — Setidaknya sebeles massa yang mengaku dari himpunan mahasiswa dan pelajar Lahat (Himapela red), tegak berdiri persis di depan pintu kantor Bupati Lahat. Mempersoalkan atas pengangkatan Cholil Mansyur, sebagai Direktur PDAM yang baru. Menyuarakan dibalik drama pelantikan itu, ada upaya bagi-bagi jabatan ke keluarga Bupati Lahat.

Aksi yang dilakukan oleh segelintir masa ini, bukan tanpa alasan. Bupati Lahat dituding sudah menyalahi Permendagri Nomor 37 pasal 35 Tahun 2018, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas, atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pada huruf H, usia paling tinggi 35 tahun.

Untuk dipasal 57, hurup J, tidak pernah terpidana yang merugikan negara. Sedangkan Cholil sendiri pernah dihukum 1 tahun 8 bulan penjara. Perkara korupsi pembangunan tembok penahan Sungai Lematang. Ketika Cholil menjabat Kepala BPBD Lahat.

Sedangkan untuk Permendagri No 2 tahun 2007, tentang organ kepegawaian perusahaan daerah air minum. Pasal 4 ayat 1 huruf F dengan jelas menuliskan, calon direksi tidak terikat hubungan keluaraga dengan Kepala Daerah. Sedangkan Cholil sendiri merupakan kakak kandung Bupati Lahat.

“Ini jelas prilaku nepotisme. Bapak Bupati, jangan buat Lahat menjadi kabupaten dengan dinasti kerajaan,” ujar Lidya Cempaka, koordinator aksi, di halam Pemkab Lahat, Rbu (31/10), sembari mengatakan adanya prilaku kolusi yang dilakukan oleh tim penguji kelayakan, dengan ketuanya, Sekda Lahat, Syamsul Kusirin.

Tidak mendapatkan tanggapan atas aksinya tersebut, masa akhirnya bergeser ke Kejaksaan Negeri Lahat. Sempat terjadi ketegangan antara masa dengan Kasi Intel Kejari Lahat, Bani Imanuel Ginting SH. Ketika masa mendesak ingin bertemu langsung dengan Kejari Lahat.

Situasi pun mendingin ketika perwakilan massa diperbolehkan masuk, menyerahkan secara langsung laporan mereka. Terkait permintaan pengusutan dugaan prilaku kolusi dan nepotisme, yang dilakukan oleh tim uji kelayakan dan Bupati Lahat.

“Berkas yang diterima akan dipelajari dulu, jangan sampai muncul fitnah. Kita buktikan dulu ada tidak unsur KKN nya. Yang jelas kita butuh waktu untuk mempelajarinya,” ujar Kajari Lahat, Jaka Suparna SH. (heru).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Embat Celengan Masjid Dihari Jumat, Indra Beraksi Saat Jamaah Sedang Sholat

Palembang, Detik Sumsel — Aksi pencurian kotak amal yang dilakukan Indra Cahya di masjid Zaidin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *