Diduga Kesal Saat Pulang ke Rumah Hendak Makan Tak Ada Nasi, Akmaludin Tega Gorok Leher Ibunya | Detik Sumsel
BNI"
Akmal (Baju merah hitam) Pelaku pembunuh Ibu kandung saat diamankan Polisi.

Diduga Kesal Saat Pulang ke Rumah Hendak Makan Tak Ada Nasi, Akmaludin Tega Gorok Leher Ibunya

Baturaja, Detik Sumsel — Pasca meninggalnya Salbiah (68) warga Dusun III, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Lengkiti yang ditemukan warga tewas dengan kondisi nyaris putus diduga dibunuh oleh anak kandung korban Akmaludin (38), Zoliami anak kedua korban yang dipasung lantaran diduga mengalami gangguan jiwa kini hidup sendirian.

Paman pelaku yang meminta namanya tak disebutkan membenarkan jika Salbiah, yang juga saudari sepupunya, tewas dengan kondisi leher digorok hingga nyaris putus. “Diperkirakan kejadiannya sekitar jam 5 sore,” ungkap Paman pelaku, Kamis (11/4)

Diceritakannya, Rabu (10/4), sekitar pukul 17.00 WIB, listrik di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Lengkiti, padam. Sehingga, kondisi rumah dalam keadaan gelap gulita lantaran menjelang maghrib. “Tiba – tiba, sekitar jam 10 malam, Zoliami adik Akmal (pelaku) berteriak meminta tolong dengan Saman, yang mengontrak rumahnya,” ujarnya.

Diungkapkan paman pelaku, bahwa Zoliami, adik Akmaludin berteriak meminta tolong dengan Saman lantaran ibunya telah tergeletak bersimbah darah di dapur. Zoliami dapat melihat ibunya tergeletak bersimbah darah lantaran listrik sudah nyala. “Selain itu, Zoliami hanya bisa melihat dan tidak berbuat apa – apa untuk menolong ibunya lantaran terpasung di dalam rumah,” imbuhnya.

Mendengar teriakan minta tolong Zoliami, Saman langsung bergegas kearah Zoliami melihat apa yang terjadi. Saman kaget ketika melihat kondisi Salbiah tergeletak bersimbah darah dengan kondisi leher tergorok nyaris putus. “Saman langsung keluar dari rumah berteriak meminta pertolongan warga sekitar,” timpalnya.

Ditambahkannya, dirinya mengetahui peristiwa pembunuhan terjadi sekitar pukul 5 sore lantaran pada pukul 17.00 WIB, ada seorang warga Kampung II, Desa Tanjung Agung melihat Akmaludin menghadang mobil travel tujuan Baturaja. “Ternyata tujuan Akmaludin ke rumah iparnya di Desa Sukamaju,”ujarnya.

Diceritakannya, bahwa dirinya merupakan sepupu Salbiah sehingga dirinya mengetahui persis kondisi keluarga Akmaludin. Diungkapkannya, kondisi Akmaludin yang diduga mengalami gangguan kejiwaan hanya kumat – kumatan. “Kalau diajak ngobrol dia (Akmaludin) masih nyambung. Hanya saja, siapa yang mau ngobrol dengan dia kalau kondisinya seperti itu,” timpalnya.

Diungkapkannya, dirinya yang berdomisili di Kecamatan Simpang, OKU Selatan, sering bertandang ke rumah Salbiah. Sikap Akmaludin biasa saja tanpa menunjukkan gelagat diduga stress jika bertemu dirinya. Bahkan, jika dirinya menanyakan kepada Akmaludin siapa dirinya, Akmaludin mengatakan tahu siapa dirinya bahwa dirinya adalah paman Akmaludin. “Bahkan, saya menanyakan kepadanya untuk merokok. Saya suruh dia beli rokok untuk dirinya sendiri,” timpal paman Akmaludin.

Kepala Desa Tanjung Agung, Kecamatan Lengkiti, Edi Sulendra, menceritakan, bahwa rumahnya berdampingan langsung dengan rumah keluarga Akmaludin. Bahkan, dirinya sebagai Kepala Pemerintahan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Lengkiti, telah membawa Akmaludin, ke rumah sakit jiwa di Palembang. “Setelah dirawat, pihak rumah sakit menyatakan sehat, pelaku dibawa kembali ke rumah,” ucap Edi.

Terpisah, Kapolres OKU, AKBP Dra NK Widaya Sulandari melalui Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Andriyan Alex, membenarkan, bahwa pihaknya telah mengamankan Akmaludin, pelaku pembunuhan ibu kandung di Polsek Lengkiti.

“Menurut informasi dari masyarakat kalau pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Namun, kita akan melakukan pemeriksaan lanjutan ke psikiater kejiwaan di Palembang,” ucap Alex.

Polsek Lengkiti berhasil menangkap dan mengamankan Akmal yang diduga pelaku pembunuhan terhadap orang tua kandung sendiri. Pelaku ditangkap di Desa Sukamaju, Kecamatan Baturaja Barat, setelah sempat melarikan diri dari tempat kejadian di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Lengkiti.
Penangkapan yang dipimpin Kapolsek Lengkiti beserta Kanit Pidum Polres OKU dan Kanit Reskrim Polsek Lengkiti bersama Kepala Desa dan warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Lengkiti, Kamis (11/4) sekitar pukul 02.00 WIB.

“Motif pelaku Akmal membunuh Salbiah, yang juga ibu kandung Akmal lantaran sore itu pelaku pulang dari ke kebun dan kelaparan. Pada saat itu di rumahnya tidak ada nasi. Melihat ibunya pulang langsung di banting,” kata Kapolsek Lengkiti, Iptu Marjuni. (fei)

 

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Ikan Semah 15 Kg Takluk Dimata Pancing Arsan

Lahat, Detik Sumsel – Setelah lima jam bertarungan, ikan semah seberat sekitar 15 kilogram, akhirnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *