Diduga Korupsi Pagar Makam, Mantan Kadinsos Ditahan | Detik Sumsel
Pemprov
Diduga Korupsi Pagar Makam, Mantan Kadinsos Ditahan
Rendi/Detik Sumsel - Mantan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Pagaralam, H Sukman

Diduga Korupsi Pagar Makam, Mantan Kadinsos Ditahan

Pagaralam, Detik Sumsel – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagaralam, menahan mantan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Pagaralam, H Sukman, Senin (29/6).

Mantan Kadinsos Pagaralam ini ditahan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pagar makam pada Dinsos tahun anggaran 2017 dengan 43 paket proyek sebesar Rp 6,977 Miliar, dengan disangkakan nilai kerugian negara sebesar Rp 697 Juta.

Dalam konferensi pers, Kepala Kejari Pagaralam, Muhammad Zuhri SH MH  mengungkapkan, penahanan tersangka dilakukan selama 20 hari di Rutan Pagaralam.

“Penahanan ini di tingkat penyidikan dan bila ada permintaan dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum maka masa penahanan akan diperpanjang, sebab penahanan seorang tersangka ada dua alasan, yakni subjektif dan objektif,” katanya.

Kajari menjelaskan, alasan subjektif karena tersangka dikhawatirkan melarikan diri, akan merusak barang bukti dan akan mengulangi perbuatannya. Untuk alasan obyektif perkara ini ancamannya di atas lima tahun penjara.

“Tersangka H Sukman dalam proyek pembangunan pagar makam ini selaku Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen,” jelasnya.

Menurut Kajari, dalam melakukan dugaan tindak pidana korupsi, tersangka H Sukman bersama-sama Doli Harven selaku Staf Bidang Jaminan Sosial di Dinsos yang merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.

“Dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka ada tiga cara, yakni yang pertama dalam perencanaan pembangunan tidak menyusun HBS, terdapat harga ongkos pekerjaan terlalu tinggi dan adanya pemberian komitmen fee dari kontraktor kepada tersangka,” terangnya.

Kemudian, pelaksanaan surat perintah kerja ternyata menurut Kajari, dilaksanakan oleh pihak lain, di luar dari pihak pelaksana yang ada di dalam kontrak atas penunjukkan sepihak dari tersangka.

“Dari hasil perhitungan BPKP Sumsel kasus ini negara dirugikan sebesar Rp 697 Juta,” pungkasnya. (rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Diduga Ada Kekerasan, Polisi Bongkar Makam Madon untuk Dioutopsi

Palembang, Detik Sumsel — Satreskrim Polrestabes Palembang mendatangkan dokter forensik untuk membongkar makam Madon (14) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *