Digulingkan dari Atas Tebing Pantai, Ini 6 Fakta Wanita Hamil Dibunuh di Gunungkidul

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Gunungkidul, Detiksumsel.com – Wanita hamil berinisial RN (25) dibunuh dengan digulingkan dari atas tebing pantai Kukup Kabupaten Gunung Kidul.

Korban ditemukan di Pantai Ngrawe pada 15 November 2022 dalam keadaan tanpa busana.

Pihak kepolisian kini telah berhasil menangkap kedua pelaku pembunuhan yaitu ERW (25) dan AA (37).

Terungkap jika motif pembunuhan tersebut dilakukan karena korban tidak mau menggugurkan kandunganya yang sudah berusia 27 minggu.

Korban dibawa ke Pantai Kukup dengan alasan untuk melakukan ritual demi kesehatan kandungannya.

Berikut sederet fakta yang telah dirangkum Detiksumsel.com.

1. TTM dengan salah satu pelaku

Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan jika pelaku ERW dan korban tidak memiliki hubungan kekasih tetapi teman tapi mesra (TTM).

2. Pelaku dan korban satu kampus

Keduanya merupakan mahasiswa di salah satu universitas Jawa Tengah.

“Berteman sejak 2019, (ERW dan RN) berjumpa saat magang di SMK, tidak ada (hubungan kekasih). Sudah berteman sejak 2019, TTM. Jadi bertemu saat magang di tempat yang sama, tapi berbeda prodi,” ujar Edy.

3. Pelaku AA berperan membantu ERW lakukan pembunuhan

Pelaku AA merupakan tetangga dari ERW. AA berperan dalam membantu ERW merencanakan pembunuhan terhadap RN tersebut.

“Peran AA itu membantu dan merencanakan (pembunuhan), (keduanya) merencanakan bersama-sama. ERW dan AA ini tetangga, (AA) diminta tolong (oleh ERW),” jelas Edy.

4. Tipu korban dengan alasan ritual

Korban dibawa ke Pantai Kukup dengan alasan untuk melakukan ritual demi kesehatan kandungannya.

Ritual itu dilakukan oleh pelaku dengan syarat, dimana korban harus membuka seluruh pakaiannya. Saat melakukan ritual tersebut, korban sempat dilecehkan oleh ERW dan AA, hingga akhirnya dibekap dan digulingkan dari atas tebing pantai tanpa busana.

“Menurut tersangka, dia melakukan ritual, jadi dengan syarat harus membuka semua busana untuk ritual. Yang membuka busana ERW sendiri, (alasan) ritual mungkin untuk alibi saja,” katanya.

5. Polisi amankan barang bukti

Kepolisian mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil yang digunakan untuk membawa korban ke lokasi kejadian. Selain itu, beberapa barang milik korban juga ikut diamankan sebagai barang bukti.

“Kendaraan (mobil) tersebut di rental oleh saudara ERW bersama AA,” tambah Edy.

6. Kedua pelaku terancam hukuman mati

Akibat perbuatannya tersebut, kedua pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP atau 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Keduanya diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun penjara.

Komentar