Dinilai Masuki Wilayah Kewenangan, GA Putra Jaya Berang | Detik Sumsel
Pemprov
Kasat Pol PP Kota Palembang GA Putra Jaya (tengah)

Dinilai Masuki Wilayah Kewenangan, GA Putra Jaya Berang

Palembang, Detik Sumsel – Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang, angkat bicara, terkait razia yang dilakukan Pol PP Provinsi Sumatera Selatan pada Selas malam (29/12).

Menurut Kasat Pol PP Kota Palembang, GA Putra Jaya, apa yang dilakukan Satpol PP Provinsi Sumsel, dengan menggelar razia tanpa melibatkan Satpol PP Kota Palembang, menyalahi aturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018.

“Razia Satpol PP Provinsi Sumsel kembali melakukan razia tanpa melibatkan Pol PP Kota Palembang selaku penegak perda di wilayah Kota Palembang,”terang GA Putra Jaya, di ruang kerjanya Rabu (30/12).

“Apa yang telah dilakukan Pol PP Provinsi melewati batas kewenangannya dalam penegakkan aturan, terkait koordinasi ke wilayahan,”sambungnya lebih lanjut.

Dimana, kepala Satpol PP Provinsi, wajib mengkoordinasikan penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Perkada, di masing-masing wilayah dibawahnya.

“Di media mengaku Pol PP Kota dilibatkan, padahal tidak kami sama sekali tidak dilibatkan,” ungkapnya.

Apa yang dilakukan Kasatpol PP Provinsi Sumsel sudah melewati batas kewenangannya. Apalagi kegiatan razia yang katanya untuk penegakkan Peraturan Gubernur Nomor 37 Tahun 2020 tentang penegakkan disiplin protokol kesehatan tidak sesuai aturan.

“Jika memang penegakkan Pergub Nomor 37 Tahun 2020, kenapa mereka sampai menanyakan izin usaha dan menyita barang-barang saat razia. Dampaknya pelaku usaha yang dirazia menyalahkan Pol PP Kota Palembang,” tuturnya.

Harusnya, Pol PP Provinsi memikirkan dampak dari kegiata  razia yang dilakukan. Apalagi ditengah kondisi pemerintah sedang gencar-gencarnya meningkatkan kembali perekonomian ditengah pandemi Covid-19, justru diganggu dengan aktifitas razia yang tidak sesuai dengan prosedur dan aturan.

“Tadi dari PHRI mengeluh ke kami, saat mereka mencoba kembali bangkit dari keterpurukan akibat Covid-19, malah dibikin down oleh aktifitas razia tidak sesuai SOP. Dimana, mereka melakukan razia tidak mengedepankan pendekatan secara humanis, yang membuat pelaku usaha dan pengunjung ketakutan,” ulasnya.

Penertiban terkait penegakkan Pergub Nomor 37 Tahun 2020, yang menyasar tempat-tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, cafe-cafe, tempat hiburan, indekost dan tempat karaoke yang ditenggarai masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19 serta menjaring warga masyarakat yang tidak memiliki identitas diri.

“Mereka (Pol PP Provinsi, red) terkesan hanya mengedepankan ego sektoral demi popularitas,”tandasnya.(Pen)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Hidupkan Sunnah Memanah, Pesantren Tahfizh Kiai Marogan Gelar Archery Tournament

Palembang, Detik Sumsel — Pesantren Tahfidz Kiai Marogan menggelar Marogan Archery Tournament Sumatera Open Ground …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *