Dinilai Pokja ULP Tak Netral, Kontraktor Minta Tender Ulang

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Muaraenim, Detiksumsel.com – Dugaan permainan Panitia Kelompok Kerja(Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam melakukan tender yang dianggap tidak netral dan terkesan berpihak kepada para kontraktor luar Kabupaten Muara Enim mulai dipersoalkan.

Beberapa tender paket pekerjaan yang dipersoalkan itu diantaranya lelang Pembangunan Kantor Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muara Enim senilai Rp 7,5 milyar yang dimenangkan oleh CV Naufal Brothers, perusahaan asal Provinsi Bengkulu.

Selain itu, beberapa paket pekerjaan lainnya juga dipersoalkan karena dimenangkan oleh kontraktor luar seperti tender pembangunan Mall Pelayanan Publik.

Terkait pelelangan pembangunan Kantor Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muara Enim tersebut saat ini memasuki masa sanggah.

Dimana, Pokja ULP telah menetapkan dan mengumumkan pemenang tender yakni CV Naufal Brother yang berdomisili di Desa Bumi Mekar Jaya Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Muko-Muko Provinsi Bengkulu dengan penawaran harga Rp.7.125.175.000,- dari pagu anggaran Rp.7.499.260.000,- dan harga perkiraan sendiri(HPS) Rp.7.499.000.000,-.

Sementara, 8 perusahaan lainnya yang ikut melakukan penawaran yakni CV Rabia Kontruksi, CV Roma Salim Brothers, CV Dafati, CV Sahabat Serasan, CV Raya Bening, CV Rahmad Wijaya, CV Masaid, dan PT Bintang Aulia Abadi.

Pintas, salah satu Kuasa Direktur CV Rahmad Wijaya mengatakan bahwa perusahaannya telah dinyatakan gagal kualifikasi dan tidak diundang dalam pembuktian kualifikasi.

“Kami tidak diundang dalam kualifikasi oleh Pokja ULP,” ungkapnya, Rabu (03/08/2022) pada awak media.

Ditambahkan EHM, salah satu kuasa Direktur perusahaan yang digugurkan kualifikasi cuma ada dua perusahaan yang diundang Pokja dalam kualifikasi yakni CV Naufal Brothers dan CV Roma Salim Brothers.

Sementara, 7 perusahaan lainnya dinyatakan gugur kualifikasi.

“Padahal penawaran yang kami lakukan jauh dari harga yang ditawarkan CV Naufal Brothers yang turun cuma dikisaran 5 persen, kami turun dari 5 persen sampai 12 persen,” ucapnya.

Komentar