Dinyatakan Waras, Pelaku Pembunuhan di Bunglai Diproses Hukum | Detik Sumsel
Detik
Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo SIK saat menggelar Press rilis Akhir Tahun di Mapolres OKU.

Dinyatakan Waras, Pelaku Pembunuhan di Bunglai Diproses Hukum

Baturaja, Detik Sumsel – Otori Efendi (32) pelaku pembunuhan yang menewaskan 5 orang di Desa Bunglai Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya dinyatakan tidak mengalami gangguan kejiwaan alias waras setelah diperiksa kejiwaannya oleh tim Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar.

“Hasil dari pemeriksaan kejiwaan pelaku yang dilakukan oleh Tim Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar di Palembang dinyatakan tidak mengalami gangguan kejiwaan,”ungkap Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo SIK saat menggelar press rilis akhir tahun di Mapolres OKU, Kamis (30/12).

Dikatakan Kapolres, sebelumnya pihaknya membawa pelaku ke RSJ Ernaldi Bahar untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku, sehingga dapat melanjutkan proses hukum secara cepat. Dan ternyata penjelasan dari tim ahli maupun tim kedokteran RSJ Ernaldi Bahar setelah melakukan tahapan-tahapan pemeriksaan kejiwaan serta memanggil keluarga dan warga disekitar tempat tinggal pelaku.

“Kemarin hasil kesimpulan dari pihak RSJ Enaldi Bahar bahwa Saudara Otori Efendi tidak mengalami gangguan kehjiwaan,” tegasnya.

Sehingga lanjut Kapolres proses hukum terhadap pelaku dapat terus berlanjut. Selama diperiksa di RSJ Ernaldi Bahar pihak penyidik bekerjasama dengan pihak kejaksaan juga melakukan pemeriksaan sehingga proses dapat lebih dipercepat.

“Nantinya kita bisa melaksanakan tahap 2 yakni penyerahan pelaku ke JPU,” imbuhnya.

Barang bukti yang diamankan dari pelaku berupa satu buah sarung sajam, satu helai baju dan celana jins milik pelaku, satu unit motor dan satu buah batang kayu termasuk rekaman CCTV yang kita peroleh dari salah satu rumah warga yang tinggal didekat lokasi kejadian. “Pelaku sudah kita bawa ke Mapolres OKU untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” ucapnya.

Disinggung hukuman yang akan menjerat pelaku, Kapolres mengatakan pelaku dijerat pasal 340 KUHP dan pasal 338. “Kita jerat dengan dua pasal 340 karena melihat dari korban 1 dan korban 2 ada perencanaan, dengan acaman hukuman seumur hidup/ mati dan pasal 338 dengan ancaman 15 tahun, tapi kita masih menganalisa dan untuk motifnya masih kita dalami,” tandasnya (Fei).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Lanal Palembang Vaksinasi 165 Siswa SD Negeri 64 Palembang

Palembang, Detik Sumsel — Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang melalui Balai Pengobatan kembali melaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *