Diskualifikasi Paslon yang Terbukti Money Politik | Detik Sumsel
BNI"
Ilustrasi (net)

Diskualifikasi Paslon yang Terbukti Money Politik

Palembang, Detik Sumsel – Dalam kesuksesan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan diselenggarakan di 7 Kabupaten Kota di Sumatera Selatan (Sumsel) pada 9 Desember mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumsel tegaskan kepada Pasangan Calon maupun tim pemenangan paslon di Kabupaten Musi Rawas untuk tidak melakukan Money Politik (Politik Uang).

Melalui surat yang dilayangkan kepada Pasangan Calon Bupati – Wakil Bupati maupun tim pemenangan paslon, Bawaslu Sumsel akan lakukan Diskulaifikasi jika terbukti adanya Money Politik yang dilakukan oleh Pasangan Calon. “Aturannya jelas jika terbukti maka akan didiskualifikasi dari calon,” kata Komisioner Bawaslu Sumsel, Junaidi, Senin (16/11).

Disampaikan Junaidi, bahwa pihaknya juga telah mengirimkan surat imbauan sebagai bentuk pencegahan sedini mungkin agar Money Politik tersebut tidaklah terjadi.

“Kita juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menerima pemberian Mony politik maupun janji, Pilihlah calon pemimpin dengan hati nurani. Karena ini untuk kepentingan masyarakat dan daerah itu sendiri selama lima tahun kedepan,” ucap Junaidi.

Dijelaskannya juga, bahwa money politik berada dinomor ke 5 dalam kerawanan, namun yang justru paling rawan Data Pemilih Tetap (DPT). Pihaknya juga berharap pilkada ini secara umum dapat berjalan dengan jujur,adil dan rahasia sehingga menghasilkan pemimpin yang dikehendaki oleh masyarakat.

Sementara itu, Pengamat Politik Sumatera Selatan, Ade Indra Chaniago mengatakan, setelah membaca hasil survey LKPI yang mempublish hasil survey Pilkada Musi Rawas (Mura), bisa diprediksi jika Incumbent l memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan besar.

“Karena selisih suara antar kedua Paslon sangat jauh, jadi sangat wajar apabila Incumbent atau petahana akan kembali memenangkan kontestasi, karena memang keunggulan mereka sudah berkampanye terhitung sejak dilantik,” jelasnya.

Masih dikatakannya, petahana diprediksi dapat dikalahkan apabila sang penantang memanfaatkan pragmatisme pemilih dengan melakukan politik uang secara massif. “Apabila hal tersebut tidak terjadi maka dapat diprediksi hasil Pilkada nanti tidak akan jauh bedanya dengan hasil survey yang dirilis oleh LKPI,” tungkasnya. (Bet)

 

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Dinilai Layak Jadi Menteri, Heru Cipto Nugroho Sampaikan Hal Ini untuk Jokowi

Jakarta, Detik Sumsel – Pengamat Sosial dan Politik yang juga Politikus DPP PAN, Heru Cipto …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *