Ditahan Perkara Masjid, Mantan Sekda Dan Karo Kesra Sumsel Kenakan Rompi “Keramat” | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Mukti Sulaiman mantan Sekda Sumsel periode 2013-2016 mengenakan Rompi "Keramat" khas Kejaksaan digiring pengawalan kejaksan Tinggi usai ditetapkan tersangka kasus pembangunan Masjid Sriwijaya
Mukti Sulaiman mantan Sekda Sumsel periode 2013-2016 mengenakan Rompi "Keramat" khas Kejaksaan digiring pengawalan kejaksan Tinggi usai ditetapkan tersangka kasus pembangunan Masjid Sriwijaya

Ditahan Perkara Masjid, Mantan Sekda Dan Karo Kesra Sumsel Kenakan Rompi “Keramat”

Palembang, Detik Sumsel,- Bola panas kasus pembangunan masjid Sriwijaya di kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali menyeret nama baru sebagai tersangka.

Kali ini Tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi sumsel menetapkan dua sekaligus yakni Mukti Sulaiman mantan Sekda Sumsel periode 2013-2016 dan Ahmad Nasuhi kepala dinas sosial Muba yang dulu menjabat kepala Biro Kesra Sumsel sebagai tersangka dalam kasus pembangunan masjid Sriwijaya yang digadang sebagai masjid terbesar dan termegah di Asia tenggara ini.

Selain ditetapkan sebagai tersangka kedua pejabat teras di Sumsel ini langsung mengenakan Rompi ‘keramat’ berwarna merah khas Kejaksaan bertuliskan Tahanan Kejati Sumsel dan langsung digelandang ke Rumah tahanan klas 1 A Pakjo palembang menggunakan mobil tahanan guna menjalani masa penahanannya sebelum masuk keranah persidangan.

Baca Juga :   DPO Pencarian Mobil Pick Up Diringkus, Modusnya Serempet Mobil Korban Lalu Diteriaki Maling

Kasipenkum Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH mengatakan Keduanya ditahan karena keterlibatan jabatan yang dijabat oleh keduanya saat itu yakni pada 2013-2016, “Keterlibatan kedua tersangka dalam kasus ini, Mukti adalah sekda yang menjadi ketua TAPB. Sedangkan nasuhi sebagai Karo Kesra Pemprov Sumsel pada masa itu,” Jelasnya usai melakukan penahanan, Rabu (16/06).

Disampaikan Khaidirman sedikit kronologis proses penyelidikan dugaan korupsi pembangunan masjid Sriwijaya Jakabaring bermula adanya indikasi pembangunan awal masjid Sriwijaya menggunakan dana hibah tahun 2016 dan 2017 dengan total dana hibah lebih kurang Rp130 miliar.

Baca Juga :   Kurangi Volume Pekerjaan, Dinas PUPR OKI Rugikan Negara Ratusan Juta

Penimbunan lokasi dan konstruksi beton sampai rangka atap didanai dengan dana hibah ini. Namun, nyatanya dari fisik pembangunan tidak sesuai dengan pelaksanaan kontrak. Penimbunan dan kontruksi rangka beton sampai dengan cor lantai sementara kolom dan atap beton belum terlaksana.(vot)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Diduga Tidak Bisa Berenang, Remaja Tewas Tenggelam Disungai Ogan 

Baturaja, Detik Sumsel – Seorang pemuda ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa setelah tenggelam saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *