Ditangkap Kasus Jambret, Aceng Tidak Bisa Hadiri Akikah Anaknya | Detik Sumsel

PKN
Pemprov
Polsek Kalidoni saat merilis kasus jambret dengan tersangka Aceng

Ditangkap Kasus Jambret, Aceng Tidak Bisa Hadiri Akikah Anaknya

Palembang, Detik Sumsel — Marsel Ardiansyah alias Aceng (21) warga Jalan Dr Ir Sutami, Lorong Tanah Rayon Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang ini tidak bisa menghadiri syukuran kelahiran anak pertamanya. Setelah anggota Reskrim Polsek Kalidoni meringkusnya dalam kasus jambret handphone milik pelajar.

Aksi jambret yang dilakukan Aceng pada Minggu (8/8) sekitar pukul 09.00 WIB di Jl RW Mangonsidi, di depan minimarket, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, lalu.

Saat itu korban Viandra (16), warga Jl Residen A Rozak, Kecamatan Kalidoni, sedang berjalan kaki di TKP sambil memegang handphone. Tersangka langsung memepet kemudian menarik dan langsung kabur.

Kapolsek Kalidoni AKP Evial Kalza mengatakan modus tersangka Aceng saat menjambret korban dengam sepeda motor, tersangka melihat korban langsung dipepet lalu merampas handphone korban setelah itu tersangka kabur.

Baca Juga :   Pengisian Jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Jelang Pilkada Serentak 2024

“Tersangka kami tangkap dirumahnya Sabtu lalu saat itu dirumah tersangka akan ada syukuran kelahiran anak pertama tersangka,” ujar Kapolsek Kalidoni AKP Evial Kalza didampingi Kanit Reskrim Ipda Topik SH, Rabu (25/8).

Berdasarkan catatan di kepolisian, kata Evi tersangka Aceng juga pernah terjerat kasus begal yang menyebabkan korbannya meninggal dunia. “Untuk kasus jambret tersangka kami jerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,” terang Kapolsek.

Sementara itu, tersangka Aceng mengaku ia pernah menjalani hukuman pada tahun 2018 lalu ini mengaku saat beraksi seorang diri dalam kasus begal.

Baca Juga :   Caleg Dapil 7 Meninggal, KPU Tetapkan Suara Kedua Menjadi Anggota Terpilih

“Waktu itu aku pakai motor sendiri. Lagi sepi jalan langsung aku tarik bae. Handphone itu aku jual di pasar bawah jembatan Ampera seharga Rp800 ribu. Duitnya aku kasihkan ke istri untuk kebutuhan sehari-hari Pak,”katanya.

Saat melakukan begal hingga korbannya meninggal dunia dengan modus tawuran. Saat itu tersangka masih berusia di bawah umur.

“Pernah dipenjara selama 2,8 tahun di Lapas Anak Pakjo. Waktu itu kasus begal pura-pura tawuran, korban kami keroyok. Aku baru tahu kalau korban meninggal waktu ikut sidang,” tutupnya.(oji)



H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Lahat Bakal Punya Rumah Sakit Baru

Lahat, Detik Sumsel – Rencana bakal adanya rumah sakit baru di Desa Manggul, Kota Lahat, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.