Dituduh “Cepu” Beny Diculik dan Disekap | Detik Sumsel
Pemprov
Dituduh "Cepu" Beny Diculik dan Disekap
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan memimpin pres rilis kasus penculikan dan penyekapan korban Beny

Dituduh “Cepu” Beny Diculik dan Disekap

Palembang, Detik Sumsel — Dugaan kasus penculikan dan penyanderaan kembali terjadi di Kota Palembang. Kali ini korbannya Beny Purwanto (32), warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Lorong Langgar, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Istri korban Reni melaporkan peristiwa penculikan dan penyekapan yang menimpa suaminya ke petugas Unit 4 Subdit III Jatanras Polda Sumsel, Jumat (22/5/2020), sekitar pukul 10.00.

Dihadapan Kanit 4 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Zainuri, SH Reni menuturkan kasus penculikan ini berawal suaminya diminta tolong tetangganya Wahyu untuk membeli dua butir pil ekstasi.

Belum sempat mengkonsumsi ekstasi yang dibeli, Wahyu keburu diringkus petugas pada Kamis (21/5/2020).

Keluarga Wahyu ternyata tidak terima dengan penangkapan keluarga mereka sehingga menyusun rencana untuk menculik Beny Purwanto. Aksi penculikan pun dilakukan tak lama dari penangkapan Wahyu.

“Aku ditelpon suami aku semalem sekitar pukul 23.30 WIB. Saya tanya di mano kak. Dijawabl oleh suami aku agek dek denget lagi kakak balek. Tak lama kemudian barulah ia berkata bawah dia disandera oleh keluarga Wahyu,” ujar Reni.

Dikatakan Reni, penculikan tersebut karena suaminya dituduh menjebak Wahyu. Tidak hanya itu, menurut Reni, suaminya diancam akan dibunuh dan disiram air keras jika tak menyerahkan uang Rp30 juta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubdit III Jatanras Kompol Suryadi dan Kanit IV Kompol Zainuri mengatakan penangkapan kedua pelaku berawal dari laporan istri korban pagi tadi dari hasil penyelidikan polisi berhasil menangkap dua pelaku penculikan dan penyekapan.

“Dari pemeriksaan korban diculik sudah lewat 24 jam sehingga unsur perampasan kemerdekaan sudah terpenuhi sehingga kedua pelaku dijerat dengan pasal 333 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,”katanya.

Dikatakan Hisar, motif penculikan apakah terkait narkoba masih didalam dengan berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel. “Dari hasil pemeriksaan urine dua tersangka mau korban ketiganya positif narkoba,”jelasnya.

Sementara itu, tersangka Rudi mengaku dirinya bersama tersangka Budi menculik dan menyekap korban karena kesal dengan korban lantaran keponakan nya ditangkap polisi setelah membeli ineks bersama korban.

“Dio (korban) beli ineks samo keponakan aku dak lamo dari situ keponakan aku ditangkap polisi, kami duga dio ini cepu itulah kami cari dio (korban) supayo tanggung jawab keluar ke ponakan aku yang ditangkap polisi,”katanya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Kantor Dinas Perkim Pagaralam Diserbu Ulat Bulu

Pagaralam, Detik Sumsel- Pemandangan tak seperti biasanya tampak di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *