Ditutup Bulan Depan, Ini Kisah Perjalanan ‘Path’ | Detik Sumsel
Pemprov
Sosial media Path (Istimewa)

Ditutup Bulan Depan, Ini Kisah Perjalanan ‘Path’

Detik Sumsel – Layanan media sosial di era internet saat ini harus diakui sangat dinamis dan kompetitif. Hal itu dibuktikan dengan tutupnya sejumlah layanan media sosial populer yang tetap tumbang.

Terbaru, ada Path yang resmi menutup layanannya bulan depan, tepatnya 18 Oktober.

Media sosial ini sendiri hanya mampu bertahan delapan tahun setelah meluncur pertama kali pada November 2010.

Path didirikan oleh tiga orang, yakni Dave Morin, Shawn Fanning, dan Dustin Mierau. Morin sendiri lantas didapuk menjadi CEO karena namanya yang lebih menonjol ketimbang dua rekannya.

Awalnya, Path hanya dihadirkan untuk perangkat iOS dan menjadi situs web saja. Namun, animo masyarakat yang positif membuat aplikasi turut hadir di platformAndroid.

Tak butuh waktu lama, sekitar setahun lebih, tepatnya November 2012, Path telah memiliki dua juta pengguna di seluruh dunia.

Jumlah teman dan layanannya yang bersifat lebih intim disebut sebagai nilai tambah.

Perkembangan Path harus diakui sangat cepat. Pada 19 Agustus 2013, Morin selaku CEO mengungkap layanan ini sudah dibuka 1 miliar kali oleh lebih dari 12 juta pengguna di seluruh dunia.

Dari situ, Path pun mulai berbenah. Pertengahan 2014, jumlah teman yang bisa terhubung pun dibuat lebih banyak. Dari sebelumnya 150 orang menjadi 500 orang.

Lantas, pada 2015, Daum Kakao Corp. selaku perusahaan dibalik KakaoTalk resmi mengakuisi Path. Akuisisi ini merupakan bentuk ekspansi global dari masing-masing perusahaan.

Dari situ, Path terus menggulirkan fitur pembaruan yang mempermudah penggunanya. Salah satu pembaruan cukup besar rilis pada awal 2016 dengan meluncurkan fitur chat dalam aplikasi. Sebelumnya, fitur ini hadir terpisah lewat aplikasi Path Talk.

Fitur ini membantu pengguna agar tidak lagi memasang aplikasi terpisah untuk berbincang dengan temannya. Tidak hanya membuat chat pribadi, pengguna juga dapat melakukan group chat dengan beberapa orang sekaligus.

Namun, kehadiran fitur anyar tersebut ternyata tidak mampu menyelamatkan Path. Begitu populer pada 2013 hingga 2017, layanan ini mulai ditinggal penggunanya dan harus menerima kenyataan akan tutup. (Net)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Amukan Sueb Renggut Lima Nyawa Warga Desa Bunglai, Ini Kronologisnya

Baturaja, Detik Sumsel – Warga Desa Bunglai Kecamatan Peninjauan OKU berduka, 5 orang warga Dusun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *