Dorong Produksi Kopi | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Studi terbaru Yayasan Inisiatif Dagang Hijau dan Enveritas mengungkap 90 persen hasil kopi dari petani di Indonesia dibeli oleh para pengumpul yang jumlahnya mencapai lebih dari 4.000 pengumpul.

Dorong Produksi Kopi

Jakarta, Detik Sumsel- Keberadaan pengumpul kopi menjadi faktor penting dalam rantai pasok komoditas kopi. Studi terbaru Yayasan Inisiatif Dagang Hijau dan Enveritas mengungkap 90 persen hasil kopi dari petani di Indonesia dibeli oleh para pengumpul yang jumlahnya mencapai lebih dari 4.000 pengumpul.

Senthil Nathan, Pemimpin Operasional Enveritas wilayah Asia mengatakan, kedekatannya dengan petani dan aksesnya terhadap pasar, secara faktual masih dapat dimaksimalkan sebagai daya dukung penting bagi rantai pasok kopi yang berkelanjutan.

Sebanyak 99 persen produksi kopi Indonesia dihasilkan kelompok petani kecil yang menghasilkan panen kopi jenis robusta dan arabika.Namun produktivitas komoditas kopi Indonesia masih di bawah Vietnam, sehingga masih sangat mungkin untuk ditingkatkan.

Tantangan lainnya yang dihadapi pengumpul sekaligus petani kopi saat ini adalah turunnya harga komoditas kopi akibat pandemi global yang berimbas pada terjadinya pembatasan transportasi dan menurunnya kegiatan ekspor kopi ke luar negeri.

Baca Juga :   PSSI Daftarkan Stadion Gelora Jakabaring di Piala Dunia U-20

Saat ini, harga kopi Arabika Indonesia turun yang disebabkan banyaknya pembatalan pesanan karena kedai kopi ditutup atau memiliki jam operasional yang terbatas.

“Kami menyadari para pengumpul memiliki peran dan fungsi penting dalam rantai pasok kopi Indonesia, juga di negara-negara produsen kopi lain seperti Vietnam, Kolombia dan Uganda.

Di Indonesia, pengumpul tidak hanya terlibat dalam jual-beli kopi dengan petani, tetapi dukungan lain juga diberikan pengumpul kepada petani akses terhadap agri-input, akses finansial dan sebagainya.

Jika terdapat kolaborasi efektif dan adaptif antara pengumpul, petani kopi dan aktor lain dalam rantai pasok kopi, khususnya dalam situasi pandemi saat ini, diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar kopi Indonesia dan mendorong ekosistem bisnis kopi yang berkelanjutan.

Baca Juga :   Sinergritas TNI-Polri Dalam Melaksanakan Tugas TMMD Desa Tamansari Terus Terjaga

Asia menegaskan bahwa secara tidak langsung, para pengumpul ikut membangun kesejahteraan petani karena terdapat hubungan yang saling membutuhkan satu sama lain.

“Studi kami merekomendasikan beberapa ide untuk mereformasi bisnis kopi. Ide tersebut antara lain menciptakan akses pasar yang lebih modern menggunakan teknologi, memberikan akses terhadap pinjaman, melakukan pelatihan bisnis dan keuangan bagi para pengumpul, menciptakan sistem transportasi yang lebih efektif, memberikan bukti tanda terima yang dapat menandakan tingkat kualitas kopi petani, dan memperluas jenis layanan para pengumpul di luar sebagai pembeli,” tuturnya. (Tet)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Desak Pemkot Pagaralam Harus Miliki Alat Tes Swab PCR

Pagaralam, Detik Sumsel- Terus bertambahnya kasus terkonfirmasi positif terpapar Virus Corona (Covid-19) dan kasus yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *