DPMD Pinta Bupati OI Agar Aturan Denda Pengunduran Diri Cakades Dinaikan Jadi Rp 1 Miliar

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Indralaya, Detiksumsel.com – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Tanjung Sejaro Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir  terpaksa tertunda, tidak bisa berbarengan dengan Pilkades serentak yang dijadwalkan tanggal 15 Oktober 2022 nanti.

Tertundanya Pilkades Tanjung Sejaro ini lantaran salah seorang calon kades mengundurkan diri, sedangkan jumlah calon hanya dua orang.

Menurut Ketua Panitia Pilkades Tanjung Sejaro, H. Muso mengatakan, calon kades yang mengundurkan diri tersebut atas nama Tin Isnaini nomor urut 2.

“Surat pernyataan pengunduran diri kami terima hari Rabu lalu. Juga uang denda sebesar Rp 50 juta. Kemudian dibuatkan berita acara dan sudah kami sampaikan ke pihak kecamatan,” ujar Muso didampingi Ketua BPD dan panitia lainnya, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga :   Himakom Universitas Baturaja Bawa Pulang Piala Juara Comfes 2022 Stisipol Candradimuka

Dikatakan Muso, pihaknya menunggu informasi lebih lanjut dari Camat Indralaya atau dari Kepala PMD Ogan Ilir.

Terkait masalah pengunduran diri calon Kades Tanjung Sejaro ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Ahmad Lutfi bersama Sekda OI, H Muhsin Abdullah  dan Staf Ahli bupati bidang Polkum, Abdul Rahman Rosyidi, melapor kepada Bupati Panca Wijaya Akbar, Kamis (22/9/2022) kemarin.

Menurut Lutfi, dengan adanya calon kades yang mundur tersebut, maka pelaksanaan Pilkades Tanjung Sejaro akan dipisahkan dengan Pilkades serentak.

“Untuk Pilkades Tanjung Sejaro segera dilakukan tahapan baru dengan mekanisme yang berpedoman pada aturan yang ada,”terangnya.

Pihaknya akan berupaya agar Pilkades Tanjung Sejaro terlaksana dengan jarak waktu yang tidak terlalu lama dari Pilkades serentak. Sehingga pelantikannya juga nanti bisa serempak pada bulan Desember 2022.

Baca Juga :   Sebanyak 64 Peserta Terdiri dari Polri, TNI dan OPD Ikuti Kejuaraan Menembak

“Dengan adanya calon kades yang mundur ditengah jalan tersebut saya meminta, Bupati Panca Wijaya Akbar agar aturan tentang dendanya supaya dinaikkan semaksimal mungkin, bila perlu Rp 1 Miliar. Intinya supaya ke depan tidak ada lagi calon kades yang mundur di tengah jalan,” tungkasnya. (AL)

Iklan Detik Sumsel

Komentar