DPMPTSP Muba Segera Berlakukan Sertifikat Elektronik | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Muba Erdian Syahri, S.Sos, M.Si

DPMPTSP Muba Segera Berlakukan Sertifikat Elektronik

Sekayu, Detik Sumsel  – Pesatnya digitalisasi tidak dapat disangkal dalam bidang administrasi dan tata kelola pemerintahan. Sehingga semua bentuk dokumen  bertransformasi menjadi dokumen digital. Tidak terkecuali Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang segera memberlakukan Penggunaan Sertifikat Elektronik dalam hal perizinan satu pintu.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Muba, Erdian Syahri, S.Sos, M.Si mengungkapkan, bahwa Pemkab Muba pada Selasa (9/4) nanti, akan melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  (BPPT) tentang penggunaan Sertifikat Elektronik. “Ya benar pada Selasa depan, bapak Bupati Muba akan melakukan pendatanganan MoU dengan BPPT, tentang penggunaan sertifikat elektronik pada pengurusan perizinan yang ada di Muba,” terangnya Rabu (3/4)

Erdian mengungkapkan penggunaan sertifikat elektronik yaitu, penandatangan kepala perizinan dengan menggunakan smart phone. Sehingga dirinya bisa melakukan penandatangan berkas perizinan dimana saja, tanpa harus menggu besok atau dikantor. “Saya bisa menandatangani berkas dimanapun, istilahnya semuanya ada dalam genggaman,” katanya.

Ditambahkannya, walapun bisa melakukan penandatanganan dimana saja, akan tetapi dilakukan pengecekan berkas terlebih dahulu, apakah persyaratan memang sudah lengkap atau belum. “Saya baru bisa melakukan penandatanganan ketika syarat-sayaratnya sudah lengkap, setelah dilakukan pengecekan pada file yang sudah disiapkan aplikasi,” bebernya.

Diharapkan dengan sistem tersebut, tambah Erdian lagi, bisa mempermudah bagi setiap pihak yang akan melakukan pengurusan perizinan. Sehingga kepastian  waktu dan kepastian biaya memang dapat terukur, serta tidak ada lagi istilah pungutan liar atau pungli. “Tidak ada lagi istilah lama dan pungli, jika semua sayarat lengkap maka saya bisa melakukan penandatangan dimana saja,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasi Pelaporan dan Peningkatan Pelayanan DPMTSP Muba, Yunita Indriaty, mengatakan, dengan adanya aplikasi siCantik Cloud, pihaknya menutup aplikasi Simpadu yang selama ini digunakan DPMTSP Muba.

“Ya, aplikasi Simpadu kita tutup dan beralih ke siCantik Cloud. Daerah diwajibkan pakai aplikasi ini dan tidak boleh membuka aplikasi sendiri. Ini untuk peseragaman persyaratan dan prosesnya sama,” jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi (BJIK) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Taufik Yunianto mengatakan, sertifikat digital adalah sebuah file elektronik yang bekerja sebagai indentitas user. Berfungsi untuk mengenali identitas sebuah organisasi dan individu.

Sertifikat digital dikeluarkan oleh pihak ketiga serta sebagai certification authority yang bertanggung jawab untuk mengkonfirmasi identitas pemegang sertifikat serta memberikan jaminan bahwa dokumen elektronik, email atau layanan yang disediakan tersebut adalah hal yang dapat dipercaya.

“Rezim digital ke depan akan berbeda dengan rezim manual saat ini. Kalau sekarang dokumen asli adalah yang ditandatangani, jika disimpan dalam file adalah salinannya,” katanya. (edy)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Akselerasikan Pemberdayaan Perempuan di Industri Teknologi Indonesia

Palembang, Detik Sumsel – Dalam rangka memperingati Hari Anak Perempuan Internasional sekaligus mendukung pemberdayaan peran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *