Dua Oknum Anggota Polsek Sako Dilaporkan Warga Ke Propam Dugaan Kasus Pemerasan | Detik Sumsel
Detik
Pemprov

Dua Oknum Anggota Polsek Sako Dilaporkan Warga Ke Propam Dugaan Kasus Pemerasan

Palembang, Detik Sumsel — ST dan GL dua oknum anggota Polsek Sako Palembang ini dilaporkan sales mobil dalam dugaan kasus pemerasan di bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumsel Minggu (24/1/2021).

Pelapornya adalah Kameswara (34) warga Jalan RS Darma karya, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang. Selain diperas korban juga di intimidasi bahkan korban sempat ditahan oleh terlapor selama satu hari di Mapolsek Sako.

Ditemui usai membuat laporan, Kameswara mengatakan dirinya sebagai sales penjualan mobil dan kedua oknum tersebut memesan mobil kepadanya namun pesanan mobil dibuat bukan atas nama dua oknum tersebut dengan menggunakan identitas orang lain.

Awal mula pertama Gl memesan mobil. Ada pesanan terakhir Avanza Veloz, pesanan St. Yang mengenalkan St pada saya ialah Gl. Panjar pertama Rp10 juta. Selanjutnya Rp5juta. Saya tidak mau mengurus (order dengan identitas orang lain).

“Saya sempat ditangkap dan ditahan satu hari pada 10 Desember 2020. Penangkapan tidak sesuai prosedur sehingga saya pun dilepas,”katanya.

Menurut korban, dirinya merasa ditekan oknum Gl karena St gagal mengambil kredit mobil dengan uang panjar Rp15 juta. Karena mau pakai identitas orang lain maka kredit mobil yang diajukan St tidak dilakukan.

Korban diintimidasi St untuk mengembalikan uang panjar. Sudah diserahkan Rp10 juta tapi tak sempat dibuatkan tanda terima uangnya. Di rekening koran tercatat korban menarik uang untuk membayar.

“Sudah saya kembalikan Rp10 juta melalui transfer ke Gl. Dengar alasan saya, mereka (Gl dan St) tidak terima. Sisa Rp5juta diminta menjadi bunga. Saat mau dibayar lagi, mereka menekan minta jadi Rp10 juta. Karena saya takut jadi saya bayar Rp10 juta lagi, lupa minta tanda terima. Saya minta kuitansi mereka tidak mau,” ungkapnya.

Korban mengaku merasa dirugikan secara immateril atas laporan tersebut. Saat klarifikasi, St meminta korban menandatangani kuitansi yang sebenarnya untuk panjar mobil, bukan meminjam uang secara pribadi.

Kasus pemerasan ini berawal dari korban yang dilaporkan sales promotion girl (SPG) berinisial Pr atas kepentingan terlapor Gl dan St. Korban mulanya dilaporkan Pr telah menggadaikan mobil Mitshubisi Outlander putih tahun 2012 nopol BG 9x Tx pada 5 November 2020 sebesar Rp45 juta. Padahal Pr turut menggadaikan mobil tersebut dibuktikan dengan tandatanganan Pr di atas kuitansi bermeterai cukup.

Orang yang mengaku tante Pr menginginkan mobil Pr kembali tapi menuntut Km menebusnya sendiri. Korban makin tertekan karena harus mengembalikan uang kepada Ew yang menerima gadaian mobil tersebut. Karena itu, korban merasa merasa terancam. Korban mengaku dalam keadaan di bawah tekanan dan dipaksa membuat surat pernyataan akan mengembalikan mobil pada 11 Januari 2021. Mobil itu juga sudah kembali dan diterima keluarga Pr. Korban dilaporkan menggelapkan mobil tapi tidak terbukti.

Korban dianggap belum mengembalikan. Korban mengaku merasa dirugikan secara immateril atas laporan tersebut. Saat klarifikasi, St meminta korban menandatangani kuitansi yang sebenarnya untuk panjar mobil, bukan meminjam uang secara pribadi.

Sementara itu, Kapolsek Sako Kompol Rian Suhendi ketika dikonfirmasi membantah kalau dua anggota nya telah melakukan pemerasan. Justru dua anggota nya menjadi korban tipu gelap yang dilakukan oleh pelapor dan kasus nya saat ini dalam proses sidik.

“Tidak benar kalau anggota saya melakukan pemerasan, justru dua anggota kami korban tipu gelap oleh pelapor,”singkatnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Gubernur Akan Perbaiki Jembatan Gantung Desa Lontar

Baturaja, Detik Sumsel – Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru berjanji akan segera memperbaiki jembatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *