Dukung Gerakan Literasi Bahasa Isyarat, UPTB Samsat Palembang I Raih Penghargaan LEPRID

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Selatan melalui Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Palembang I raih Penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) sebagai pendukung pelaksana Gerakan Literasi bahasa isyarat Pertama di Indonesia.

Kepala UPTBΒ  Samsat Palembang I, Firnaz Lustian melalui Kasi pendataan dan Penagihan UPTB Palembang I, Yani Rohayani menuturkan sebelum mendapatkan pengahargaan pihaknya mengadakan pelatihan bahasa isyarat di tahun 2020 yang dilatih dari Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) dan sampai ke level dua.

“Melatih bahasa isyarat untuk teman-teman yang ada di loket, tata usaha maupun di penagihan jadi seluruhnya ikut bahasa isyarat bergantian,” ungkap Yani ketika dibincangi di ruang kerjanya, Selasa (8/11/2022).

Dikatakan Yani sebelumnya Samsat Palembang I juga mendapatkan penghargaan atas prestasi mendukung kegiatan bahasa isyarat di Sumatera Selatan yang diberikan oleh Gerkatin untuk kesejahteraan tuna runggu indonesia.

“Di acara hari tuli international di bulan September 2022 lalu,” ucapnya.

Menurutnya wajib pajak yang membayar pajak tidak hanya yang bisa mendengar namun juga wajib pajak yang tidak bisa mendengar atau tunarungu yang datang ke samsat untuk membayar pajak maka demi meningkatkan pelayanan dan mempermudah wajib pajak tersebut dalam melaksanakan pembayaran pajak maka para pegawai Samsat Palembang I mengikuti pelatihan bahasa isyarat sampai merekrut pegawai tunarungu.

“Samsat Palembang I merekrut pegawai penyandang disabilitas bisu tuli sejak tahun 2021 yang di tempatkan pada bagian informasi dan sangat membatu kami dalam melayani wajib pajak tuna runggu,” paparnya.

Selain melayani wajib pajak yang tunarungu Indah juga bisa melayani masyarakat normal yang dibantu dengan tulisan, pihaknya akan terus melakukan inovasi dalam merangkul wajib pajak disabilitas, selain pelatihan bahasa isyarat juga memberikan sarana prasarana seperti kursi roda, toilet disabilitas, tempat parkir khusus disabilitas, rak pegangan ,

“Ruang tunggu disabilitas dan loket khusus disabilitas juga ada, mudah-mudahan tidak ada kesenjangan antara kita,” tukasnya.

Komentar