Durasi PTM Terbatas di Ogan Ilir Ditambah Satu Jam, Pertemuan Tetap Dua Kali Seminggu | Detik Sumsel
Detik
Kepala Disdikbud Ogan Ilir, Dicky Syailendra

Durasi PTM Terbatas di Ogan Ilir Ditambah Satu Jam, Pertemuan Tetap Dua Kali Seminggu

Indralaya, Detik Sumsel – Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Ogan Ilir telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Selama berjalannya PTM terbatas sejak akhir Agustus lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Ogan Ilir mengklaim tak ada kasus Covid-19 dari kalangan pelajar SD dan SMP.

“Alhamdulillah, PTM terbatas berjalan lancar dan kondusif. Dan juga tidak ada klaster, artinya tidak ada laporan pelajar dinyatakan positif Covid-19,” kata Kepala Disdikbud Ogan Ilir, Dicky Syailendra, Senin (6/12).

Sesuai instruksi dari Mendagri, PTM terbatas dilakukan secara bertahap dalam periode tertentu dan akan terus dievaluasi. Di Ogan Ilir, PTM terbatas untuk SD dimulai sejak 31 Agustus lalu, sementara SMP berselang seminggu kemudian atau pada 6 September lalu.

Saat ini, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan, situasi pandemi di Ogan Ilir menunjukkan grafik landai dengan zona kuning atau risiko penyebaran Covid-19 tergolong rendah.

“Meskipun saat ini Ogan Ilir zona kuning, namun PTM terbatas tetap dilakukan dengan menambah satu jam durasi pertemuan. Artinya, dari semula dua jam menjadi tiga jam,” jelas Dicky.

Disdikbud Ogan Ilir pun telah menyampaikan kepada para guru di 80 SMP dan 264 SD maupun sederajat di seluruh Ogan Ilir, untuk tak mengendurkan protokol kesehatan.

Kapasitas kelas atau ruang belajar tetap dibatasi guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus.

“Kapasitas ruang belajar tetap 50 persen, durasi belajar menjadi tiga jam. Kita tentu tidak boleh lengah,” kata Dicky.

Disdikbud Ogan Ilir kini terus memantau PTM terbatas, sambil menunggu situasi pandemi Covid-19. Jika kondisi semakin membaik, kata Dicky, bukan tak mungkin akan ada penambahan jam belajar lagi.

“Kalau memang situasi semakin membaik, jam belajar bisa saja ditambah, ekstrakurikuler diadakan kembali. Terus misalnya, kantin sekolah bisa saja dibuka. Ini tergantung situasi,” jelas Dicky.

Dia menegaskan, meskipun tren kasus Covid-19 sedang menurun, semua harus tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Intinya kalau situasi membaik, maka peluang pelonggaran PTM itu ada. Kalau belum membaik, maka tentunya kita harus mengikuti arahan pemerintah dalam hal ini Mendagri,” tandasnya. (Raam)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Omicron masuk indonesia, Plt Bupati Muba Imbau Warganya Jalankan Prokes dan Vaksinasi

Sekayu, Detik Sumsel- Masuknya varian baru Covid-19 yakni varian B.1.1.529 atau Omicron yang sudah terdeteksi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *