Ekonomi Sumsel Belum Bisa Lewati Angka 2,4, Meski Perekonomi Sumsel Tumbuh | Detik Sumsel
Detik

Ekonomi Sumsel Belum Bisa Lewati Angka 2,4, Meski Perekonomi Sumsel Tumbuh

Palembang, Detik Sumsel – Pasca terpuruknya perekonomian selama pandemi Covid-19, saat ini perlahan tapi pasti, kondisi ekonomi saat ini perlahan mulai membaik.

Bahkan menurut Pengamat Ekonomi dari Universitas Sriwijaya, Yan Sulistyo , pada akhir tahun 2021 harga di beberapa komoditas juga mulai naik. Bahkan ekonomi Sumsel masih tetap akan tumbuh di tahun depan. “Pertumbuhan Ekonomi Sumsel saya prediksi bisa sampai 2,4 persen,” katanya, Jumat (31/12).

Menurut dia, ada beberapa faktor yang dapat memicu tumbuhnya Ekonomi Sumsel tahun 2022 nanti. Dari komoditas pokok untuk kebutuhan rumah tangga dan juga kebutuhan pribadi. Semua harga sudah mengalami peningkatan terutama sejak dua bulan terakhir sebel akhir tahun tentu akan berdampak pada inflasi.

“Dari Inflasi ini tentu akan mengalami pertumbuhan. Kalau tumbuh artinya daya beli masyarakat meningkat. Itu bisa menjadi indikator pertumbuhan ekonomi Sumsel di tahun 2022, itu bisa tumbuh walaupun tidak akan terlalu besar,”katanya.

Yan menilai, meski tumbuh, Ekomoni Sumsel tak akan bisa melewati angka 2,4 persen pertumbuhanya. Ada beberapa kendala kenapa ekonomi di Sumsel tidak akan mengalami pertumbuhan yang baik.

Pertama, dengan adanya harga yang meningkat berimbas pada kemampuan masyarakat untuk menabung. Hal ini berimbas pada kemampuan masyarakat lebih banyak untuk pengeluaran.

Kedua, ada kebijakan yang ia nilai cukup menghawatirkan. Wacana akan dihapuskannya BBM jenis Pertalite menyusul Premium yang telah dahulu diwacanakan akan di hapus. Artinya, sambung Yan hal itu akan berdampak pada harga transportasi juga meningkat.

“Ini akan mengerem, pengeluaran masyarakat. Masyarakat tentu akan berhemat jika harga sudah naik semua. Akibatnya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Sumsel dan juga secara Nasional. Ekonomi tetap naik tapi tidak terlalu besar. Sumsel prediksi saya tidak lebih dari 2,4 persen tapi Bisa berkurang,” katanya

Apalagi belakangan ini juga timbu wacana untuk menaikan tarif dasar listrik. Jadi tahun depan banyak tantangan dan rintangannya yang membuat pertumbuhan ekonomi secara nasional dan tidak akan tumbuh besar.

Pada sektor perkebunan, Yan Menilai Perkebunan di tahun 2022 akan kembali turun secara normal di banding akhir tahun 2021 ini. Alasanya, dengan banyaknya kenaikan harga yang tidak di iringi oleh pendapatan sebagian besar masyarkat, menjadikan daya beli masyarakat justru berkurang.

Apalagi, ia menilai adanya permainan pada tiap perusahaan perkebunan. Yan menyampaikan, selama 2 tahun menangani Covid-19 banyak perusahaan yang mengalami kerugian hingga bangkrut. Momen landainya Pandemi saat ini, dinilai Yan menjadi Counter Attack Perusahaan untuk mengembalikan Kas Perusahaanya yang kosong selama 2 tahun ini.

“Trendnya memang seperti itu, Tapi kita juga ingat siapa dibalik permainan ini. Sebagian Menteri juga banyak usaha perkebunan seperti kebun kelapa Sawit. Hanya kebijakan itu sifatnya temporer saja. Tapi kemungkinan tahun depan akan mengalami penurunan karena bukan hanya minyak goreng yang saat ini mengalami pertumbuhan, karet, kopi juga mengalami kenaikan,” jelasnya.

Sedangkan untuk UMKM, Yan Sulistyo menilai jika usaha baru kecil menengah ini masih menjadi anak tiri bagi pemerintah Indonesia. Ia menilai Pemerintah memang selalu berkata baik terhadap UMKM. Tapi faktanya dilapangan, kata Yan, betapa sulitnya mengurus nomor induk bersama dan tidak semua pelaku UMKM berada pada pasar elektronik.

Bahkan untuk mengurus persetujuan bangunan gedung (PBG) sebagai peganti IMB bisa menjadi hal yang rumit bagi UMKM.

Kebijakan seperti ini bagi saya masih belum tepat untuk UMKM. Saya lebih setujunya UMKM yang modal dasarnya di luar bangunan dan tidak sampai 50 juta gratiskan saja perizinannya kalau modal mereka seperti itu. Jadi mereka tidak repot mengurus perizinan. Jadi jangan terlalu ribet dengan banyak aturan, sederhanakan saja. Atau free-kan saja itu menurut saya lebih baik. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Stok Beras di Sumsel Babel Aman Hingga Lima Bulan Kedepan

Palembang, Detik Sumsel- Di awal tahun, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Sumatra Selatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *