banner 728x250

Empat Titik Perlintasan KA di Kota Muaraenim Dibangun Pos dan Palang Pintu

Pembangunan empat pos permanen yang dipasangi palang pintu tersebut yakni perlintasan di Rumah Tumbuh, Pelawaran, Pelita Sari dan Jalan Pemuda tepatnya Kuburan Cina.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Muaraenim, Detik Sumsel- Penantian panjang permohonan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Muara Enim untuk melakukan pembangunan pos serta palang pintu perlintasan kereta api (KA) manual sederhana di 4 titik kepada CSR PT Bukit Asam (PTBA) akhirnya terealisasikan.

Karena sejumlah titik perlintasan kereta api tersebut belum memiliki palang pintu. Pembangunan empat pos permanen yang dipasangi palang pintu tersebut yakni perlintasan di Rumah Tumbuh, Pelawaran, Pelita Sari dan Jalan Pemuda tepatnya Kuburan Cina.

Dikatakan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim melalui Kepala Bidang Transportasi dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Akhmad Junaini hal ini dilakukan untuk antisipasi kecelakan serta menjaga keselamatan para pengguna jalan di perlintasan kereta api.

Baca Juga :   Tim Pidsus Kejari Sambangi dan Geledah Dinkes Muaraenim

“Usulan pembangunan pos perlintasan kereta api sebanyak empat unit diajukan akhir 2020 berasal dari bantuan CSR PTBA. Baru dapat persetujuan tahun ini. Empat titik perlintasan kereta tanpa palang pintu perlintasan dalam tahap pembangunan konstruksi,”ungkapnya, Kamis (07/07/2022) pada awak media.

Masih kata Ahmad Junaini, sebelumnya pos perlintasan kereta api sudah dibangun dua unit terletak di SMAN 1 Muara Enim dan Rukun Damai. Kini telah bertambah empat pos permanen. Selama ini, kata dia, di empat titik lokasi perlintasan kereta api tersebut dibangun pos ala kadarnya untuk petugas Dinas Perhubungan menjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

Baca Juga :   Warga Ujanmas Muaraenim Temukan Mayat Mr X

“Total pos perlintasan kereta api dalam kota Muara Enim ada 6. Keenam pos tersebut dibutuhkan 48 personil dibagi tiga shift satu off. Selain itu, dari 25 personil yang memiliki sertifikat diklat aktif hanya 14, sisanya telah tidak aktif dan harus mengikuti diklat kembali,”bebernya.

Lanjutnya, ada berapa perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Kabupaten Muara Enim, sesuai data 2014 kurang lebih 30 perlintasan kereta api yang belum dijaga. Sedangkan pos resmi yang sudah dijaga ada 8 pos.

“Kami sudah meminta Divre III Pelembang untuk pendataan perlintasan sebidang di Kabupaten Muara Enim baik resmi maupun tidak resmi,”pungkasnya.

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL