Enam Desa di Kecamatan Tanah Abang Terendam | Detik Sumsel
BNI"
Enam Desa di Kecamatan Tanah Abang Terendam
Ada 6 desa di Kecamatan Tanah Abang yang terkena banjir luapan air Sungai Lematang.

Enam Desa di Kecamatan Tanah Abang Terendam

Pali, Detik Sumsel – Turunnya hujan dengan intensitas tinggi pada akhir Januari ini di kabupaten Penukal abab Lematang Ilir cukup tinggi, kini berimbas kepada aliran Sungai Lematang yang tidak sanggup lagi menampung air yang terus bertambah yang akhirnya meluap tinggi dan memasuki atau menggenangi pemukiman penduduk sekitar bantaran sungai Lematang.

Dari keterangan Junaidi Anuar, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), bahwa terdapat ada 6 desa di Kecamatan Tanah Abang yang terkena banjir luapan air sungai Lematang.

“Pada Rabu (29/1) sekitar pukul 20:00 WIB air sungai Lematang masuk pemukiman penduduk di kawasan 6 desa, yakni Bumi Ayu, Tanah Abang Selatan, Tanah Abang Utara, Curup, Suka Raja dan Sedupi,” ungkap Junaidi, Rabu (29/1).

Dijelaskan Junaidi bahwa ketinggian air mencapai 115 centimeter (cm). Junaidi juga menjelaskan kondisi ketinggian air di 6 desa yang terendam, yakni Desa Bumi Ayu pada pukul 20.46 WIB ketinggian air ± 30 cm dalam pemukiman. Desa Tanah Abang Selatan pada pukul 20:56 WIB ketinggian air ± 65 Cm di lingkungan SDN 3 Tanah Abang Selatan. Desa Tanah Abang Utara pada pukul 21.10 WIB Ketinggian air ± 115 CM dari bibir sungai. Desa Curup pada pukul 21.33 WIB ketinggian air rata-rata 95 cm namun rumah penduduk di Desa itu rata-rata ketinggian tiangnya di atas 150 cm dan saat patroli tidak ada rumah yang terendam air.

“Desa Suka Raja pada pukul 21:55 WIB dengan ketingian air ± 10 Cm Dalam pemukiman dan Desa Sedupi pada pukul 22:19 WIB dengan ketinggian air ± 10 cm,” jelasnya.

Diperjelas Junaidi bahwa debit air secara perlahan naik, namun arus aliran Sungai Lematang tidak begitu deras dan secara umum masih dalam status aman.

“Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjaga anak-anak agar tidak main atau mandi di air serta meminta kepada pemerintah desa dan masyarakat apabila kondisi tidak aman segera laporan,” ungkap Junaidi, Rabu (29/1).

Sementara itu, salah satu warga desa curup, iman beharap air banjir yang mengenangi desanya segera surut, karena sudah sepekan sejak air mulai tinggi warga kesulitan beraktivitas sehari hari seperti berkebun dan banjir merupakan hal yang kerap terjadi setiap tahun di musim penghujan.

“Banjir hampir terjadi setiap tahunya, namun untuk tahun ini dinilai cukup tinggi dan berharap segera ada bantuan pihak terkait untuk memperhatikan keberadaan warga,” harap Iman (29/1). (haw)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

RKA 2022 Belum Diserahkan, DPRD Skor Rapat Paripurna Sampai Malam

Pali, Detik Sumsel- Rapat Paripurna ke XV DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) rapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *