FEATURE: Tahun Kedua Lebaran Ditengah Pandemi | Detik Sumsel
BNI"
Ilustrasi

FEATURE: Tahun Kedua Lebaran Ditengah Pandemi

Tahun kedua virus Corona atau Covid 19 yang sudah mewabah keseluruh penjuru dunia. Sudah jutaan nyawa manusia melayang akibat terinfeksi virus mematikan yang pertama kali muncul di Provinsi Wuhan Tiongkok tersebut.

Dampak dari covid 19 ini tidak hanya dirasakan dari sektor kesehatan saja. Namun sudah menjalar keseluruh sektor lainnya terutama perekonomian di Indonesia yang sangat terdampak dari wabah ini. Banyak pelaku usaha terutama usaha pariwisata yang menutup usahanya, belum lagi sektor pendidikan banyak sekolah sekolah yang mengalihkan proses belajar tatap muka ke daring atau online.

Berbagai cara dan upaya telah dilakukan Pemerintah Indonesia agar virus ini tidak meluas dengan menggelontor anggaran ratusan triliun rupiah namun sampai detik ini Covid 19 tidak kunjung meredah.

Di lebaran idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021 ini pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan larangan mudik. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan covid 19 dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Indonesia.
Namun masih ada beberapa warga yang nekat memaksa mudik meskipun petugas gabungan telah melakukan penyekatan.

Lagi lagi pemerintah masing masing daerah melarang warga nya untuk mengumandangkan takbir keliling. Namu larangan sholat id yang telah dikeluarkan sebelumnya dicabut dan membolehkan warga untuk sholat id di masjid, musholla, surau dan lapangan tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran pemerintah.

Larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah tidak membuat saya risau, karena aku bukanlah perantau yang jauh dari sanak saudara sebagian besar keluarga orang tua ku dan keluarga besar istriku berada di kota Palembang. Sehingga dengan mudah aku untuk bersilaturahmi di hari nan fitri dengan saudara dan kerabat meskipun hanya sebentar mengingat Palembang masuk zona merah penularan covid 19.

Rasa takut ancaman virus Corona tentunya menghantui perasaan ku. Karena ini bermaaf – maafan dengan ibu kandung ku serta mencicipi ketupat dan opor yang buatan ibuku. Maka rasa takut tersebut aku buang jauh – jauh demi memohon maaf kepada ibu ku yang seorang janda sudah tujuh tahun ditinggalkan ayah ku.

Teriring doa yang kita panjatkan seiring ramadhan berlalu semoga saja setelah berpuasa satu bulan lamanya, di bulan syawal ini Allah Subhanallah Ta’alla mengangkat virus Corona dari muka bumi ini sehingga kehidupan kembali normal sediakalah.

Ramadhan ya karim, idul fitri Mubarak. Semoga puasa kita dan amal ibadah kita selama ramadhan diterima oleh Allah Subhanallah. Dihari nan fitri kita kembali suci seperti bayi yang baru lahir ke dunia. Ainal aidin wal faizin, taqabbalallahu minna wa minukum mohoan maaf lahir dan batin. Penulis Fauzi wartawan Detiksumsel.com.

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Ajak Anggota Jurnalis FC Jadi Wira Agent

Lampung, Detik Sumsel– Mandiri Tunas Finance, salah satu anak perusahaan Bank Mandiri yang bergerak dibidang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *