Firli, KPK: Tersangka yang Belum Diamankan akan Ditangkap kalau Tidak Serahkan Diri

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Jakarta, Detiksumsel.com— Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap kasus di Mahkamah Agung, dari 10 tersangka, enam sudah ditahan. Terhadap yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, akan diproses.

Mereka akan dipanggil dan diimbau untuk kooperatif. “Kalau tidak, akan dicari dan ditahan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di kantor KPK Jumat pagi (23/9/202)

Wartawan Metro TV menanyakan, mengapa sebelum konferensi prs banyak beredar informasi yang tidak jelas. “Pertama menjelaskan pekerjaan dalam rangka penyelidikan dan penyidikan itu tidak gampang. Karena prosesnya panjang. Nanti di tahap penyidikan, serangkaian tindak penyidik dalam rangka mencari dan mengumpulkan bukti-bukti. Dengan bukti itu, bisa menerangkan masalah.

“Tidak ada yang aneh atau mis. Kita bekerja berdasarkan bukti dan keterangan yang cukup. Kita sudah bekerja, delapan dibawa ke KPK, diperiksa dan ada buktinya, ada keterangan ada bukti uang. Lalu jelas, perannya apa. Sehingga ada 10 tersangka, walau baru enam yang ditahan. Empatnya diperintahkan untuk hadir. Kalau tidak, kita lakukan pencarian dan penangkapan,” tegasnya menjawab pertanyaan wartawan Detik.com.

Dijelaskan Firli, peran masing-masing tersangka sudah jelas. Pegawai MA, lawyer, panitera, atau hakimnya. Ini rangkaian, satu orang berbuat, dan ada perbuatan pihak lain. “Kita memahami adanya pasal-pasal utama dan subsider. Ada pelaku, menyuruh melakukan. Peran panitera, hakim, laywernya, debiturnya, semua jelas. KPK bekerja tidak hanya sampai saat ini, masih ada tindak lanjut,” jawabnya.

Menurut Firli, rekan-rekan wartawan bisa mengawasi dan meminta KPK menyampaikan hasilnya. Tadi kan ada tersangka yang belum ditahan, nanti ditagih dan ditanyakan saja.

Diuraikan mantan Kapolda Sumsel ini, dengan adanya press konferensi sekarang sudah diuraikan apa itu perbuatan, apa itu peristiwanya, apa sifat melawan hukumnya, dan apa buktinya, siapa saksi, siapa tersangka pun sudah digambarkan semua.

“Bagi yang belum terungkap, segara ditangkap. Tapi sebagai warga negara yang baik, dia tahu diumumkan sekarang,
besok bisa datang berduyun-duyun. Kalau tidak, nanti kita akan tangkap, amankan. Termasuk fotonya kan sudah ada.

Sementara ketika ditanya apakah untuk Hakim Agung SD, apakah akan diproses juga terkait proses fit and propert test saat menjadi hakim Agung di Komisi III DPR RI, Firli menjawab bahwa secara umum bahwa proses penegakan hukum itu melibat berbagai pihak. Berbagai pemangku kepentingan, kamar kekuasaan. Hari ini kita tindak lanjuti laporan masyarakat atas kasus proses hukum di MA. “Kita akan bersih-bersih semua. Legilatif, eksekutif, termasuk yudikatif akan kita bersih-bersih semua,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan Kompas. (mn/**)

Komentar