Forum Mahasiswa dan Masyarakat OKU Pertanyakan Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Istimewa

Forum Mahasiswa dan Masyarakat OKU Pertanyakan Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo

Baturaja, Detik Sumsel — Puluhan massa yang tergabung dalam Forum mahasiswa dan masyarakat OKU Kamis siang (12/9) mendatangi Kantor Bupati OKU, kedatangan puluhan massa ini untuk mempertanyakan soal pembangunan RSUD Ibnu Sutowo Baturaja yang hingga saat ini tak kunjung dibangun.

“Sudah sejak setahun yang lalu gedung RSUD Ibnu Sutowo Baturaja dibongkar, namun hingga saat ini belum ada satu batu batapun yang terpasang,” teriak Jossie Robert salah seorang massa menyampaikan orasinya.

Puluhan massa ini juga menyayangkan pembangunan gedung RSUD Ibnu Sutowo yang selalu molor, awalnya gedung ini akan dibangun pada tahun 2018 namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembangunan. Hal ini menurut mereka berdampak pada tergangunya pelayanan kepada masyarakat.

Rumah sakit ini dikatakan Robert, adalah salah satu sarana prasarana yang sangat dibutuh di satu Kabupaten dan merupakan pelayanan dasar bagi masyarakat, sehingga menurutnya tidak seharusnya rumah sakit ini pelayanannya tergangu begitu lama.

“Rencana pembongkaran dan perencanaan pembangunan yang tidak matang, tergesa-gesa dan terkesan dipaksakan. Kami minta kepada pemerintah Kabupaten OKU untuk segera memberikan kejelasan kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :   Pimpin Sertijab, Ini Pesan Kapolres OKU

Pada kesempatan itu juga puluhan massa ini menampilkan teaterikal perihal minimnya ruangngan di RSUD Ibnu Sutowo akibat pembongkaran. “Kami minta pak Bupati hadir menemui kami,” teriaknya.

Aksi unjuk rasa ini nyaris ricuh hal ini dikeranakan Bupati OKU, Wabup OKU dan Sekda OKU tidak berada ditempat untuk menemui mereka, aksi saling dorong antara massa dan aparat sempat terjadi. Bahkan Asisten I Setda OKU bidang Pemerintahan Priyatno Darmadi yang mencoba menemui para massa mendapat penolakan dari mereka. “Kami hanya ingin bertemu dan beraudensi dengan Bupati, wabup atau Sekda, kalau tidak kami akan memaksa masuk,” ujar Robert.

Aksi unjuk rasa ini menemui jalan buntu, hal ini disebabkan pihak massa meminta pemerintah menemui mereka diluar jika mereka tak diizinkan masuk seluruhnya, namun asisten I setda OKU tetap bersikeras mengajak sekitar 25 orang massa untuk berdiskusi didalam ruangan dan tak mau berdiskusi diluar ruangan

Baca Juga :   Perempuan Asal Sumsel Ini Dinobatkan Jadi Wanita Panutan 2019

Massa akhirnya bubar namun massa mengancam akan datang kembali untuk melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak. “Kapan pak bupati, wakil bupati atau Sekda ada ditempat, kami akan aksi kembali dengan massa yang lebih banyak,” tukasnya.

Sementara itu, Asisten I Setda OKU Priyatno Darmadi yang dibincangi usai menemui para pendemo, mengatakan hal ini akan disampaikan ke Sekda OKU dan diteruskan ke Bupati OKU. “Saya mau ajak mereka sekitar 25 orang kedalam namun jika ingin masuk semua ruangan tidak memungkinkan, kalau diruangan nanti semuanya akan dijelaskan oleh pihak-pihak terkait” ujarnya

Ditanya sejauh mana Asisten I mengetahui perihal pembangunan gedung RSUD Ibnu Sutiwo yang telah dibongkar, Priyatno enggan menjawab menurutnya massa menginginkan dijawab oleh pimpinan bukan asisten dan apa yang terjadi hari ini kan disampaikan ke pimpinan. “Nanti kita sampaikan kepimpinan baru tahu bagaimana selanjutnya, dan biarlah nanti pimpinan secara komperhensif yang menjelaskan,” tandasnya. (fei)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Desak Pemkot Pagaralam Harus Miliki Alat Tes Swab PCR

Pagaralam, Detik Sumsel- Terus bertambahnya kasus terkonfirmasi positif terpapar Virus Corona (Covid-19) dan kasus yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *