Gadai Emas dan Cicilan Emas Dongkrat Kinerja Selama Pandemi | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Area Manager Bank Syariah Mandiri Palembang Luthfi Bukhari (Maya/detiksumsel.com)

Gadai Emas dan Cicilan Emas Dongkrat Kinerja Selama Pandemi

Palembang, Detik Sumsel – Selama Pandemi Covid-19, bisnis Bank Syariah Mandiri masih tetap tumbuh, meski dari sisi kinerja terutama penyaluran kredit mikro mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Terutama untuk transaksi gadai emas maupun cicil emas Bank Syariah Mandiri (BSM), naik drastis karena harga emas melonjak belakangan ini serta digital bengking.

Area Manager Bank Syariah Mandiri Palembang Luthfi Bukhari mengatakan transaksi naik dari Rp 45 miliar menjadi Rp 64 miliar atau naik 42 persen atau Rp 19 miliar.

Transaksi paling tinggi tetap didominasi oleh cicil emas atau 60-70 persennya gadai emas. Sisanya didominasi gadai dan transaksi digital.

“Saat krisis harga emas biasanya naik drastis dan masyarakat juga banyak investasi di emas sehingga nilai transaksinya naik,”katanya, (08/09).

Tidak hanya cicil dan gadai emas saja, tapi transaksi digital juga naik drastis sejak pandemi atau sejak Maret. Biasanya sebelum pandemi penggunaan mobile banking hanya 60 pengguan saja tapi sejak oandmei naik 100 persen menjadi 120 pengguna setiap bulan.

Sementara itu, transaksi cicil emas didominasi oleh pegawai yang menginvestasikan logam mulia karena harganya yang terus naik saat ini. Transaksi logam mulia didominasi oleh logam mulia dengan berat 10-50 gram. Sementara itu logam mulia yang disediakan BSM tersedia mulai ukuran 5 gram hingga 250 gram.

Proses cicil emas BSM juga mudah, cukup membayar uang muka 20 persen dari nilai logam yang akan dibeli dan sisanya 80 persen baru dicicil. Terdapat beragam pilihan jangka waktu 1 hingga lima tahun.

Dia menambahkan, Harga yang dipatok disesuaikan dengan harga logam mulia yang berlaku saat akad berlangsung. Angsuran tetap hingga akhir masa cicilan dan tidak akan naik meski harga emas naik.

“Harga emas bagus, pembiayaan mikro justru drop karena nasabah beralih ke pembaiyaan emas melihat harga emas terus meroket,” katanya.

Diakuinya dari sisi bisnis memang terjadi lonjakan, tapi disisi kinerja selama pandemi mengalami penurunan terutama di Mikro, dari Rp 3 mikiar sekarang menjadi 0 sampai 500 juta selama pendemi.

Penurunan ini katanya selain karena
market yang belum tumbuh, juga dikarenakan banyak nasabah mikro yang beralih ke gadai.

“Secara keseluruh pencapaian sudah sangat baik, tapi kalau untuk target kita belum tercapai seperti target untuk pihak ketiga (DPK) yang akan terus digenjot,”tutupnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Walikota Palembang Apresiasi Kilang Pertamina Plaju sebagai Perusahaan Pendukung 11 Kampung ProKlim

Palembang Detik Sumsel – Walikota Palembang H. Harnojoyo memberikan Piagam Apresiasi Pendukung Program Kampung Iklim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *