Gali Isu Strategis Perubahan RPJMD | Detik Sumsel
BNI"
Wakil Bupati Lahat, H Haryanto SE MM MBA sampaikan arahan terkait konsultasi publik 1 KHLS RPJMD di Hotel Grand Zuri, foto istimewa.

Gali Isu Strategis Perubahan RPJMD

Lahat, Detik Sumsel – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat, lakukan konsultasi publik I kajian lingkungan hidup strategis (KHLS), tentang perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2019-2023 dan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2012-2032. Penyusunan KLHS perubahan RPJMD ini berpedoman pada Perpres No 59 Tahun 2017 dan Permendagri Nomor 7 Tahun 2018.

Bupati Lahat, Cik Ujang SH melalui Wakil Bupati Lahat, H Haryanto SE MM MBA mengatakan, perubahan RPJMD tahun 2019-2023 dan perubahan RTRW 2012-2032 ini perlu dilakukan, sejalan dengan keadaan sekarang. Salah satunya mengenai pengembangan wilayah di daerah Kecamatan Lahat Selatan, termasuk kawasan persawahan yang kini sudah banyak dibangun perumahan.

“Sawah sudah banyak dijadikan perumahan, akhirnya penghasilan warga berkurang. Jadi ini perlu diatur oleh RTRW,” ucap Hatyanto, Rabu (27/10) di Ballroom Hotel Grand Zuri Lahat.

Menurut Haryanto, tujuan dari Konsultasi Publik ini untuk perumusan isu dengan melakukan Identifikasi dan pembangunan berkelanjutan strategis, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan lingkungan wilayah Kabupaten Lahat.

“Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) terdiri dari 4 Pilar dan 17 tujuan, yang telah terintegrasi dalam Kebijakan Rencana dan Program Pemerintah Kabupaten Lahat. Untuk mencapai Visi dan Misi Bupati-Wakil Bupati Lahat direntang Tahun 2019-2023,” ucapnya.

Sementara, Kepala DLH Lahat, Ir Agus Salman, didampingi Sekretaris, Dodi Nasoha mengatakan, KHLS ini merupakan rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan, telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan.

“KHLS ini penting karena menjadi dasar untuk mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan ke dalam dokumen RPJMD,” terang Agus Salman.

Dodi menambahkan, konsultasi publik ini dilakukan karena ada beberapa hal di dalam RPJMD terpaksa dilakukan perubahan, sehingga KHLS juga harus dilakukan ulang. Dengan begitu tujuan pembangunan berkelanjutan seperti kehidupan sosial masyarakat, peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, kialitas lingkungan hidup dan pembangunan yang terlaksana dengan tata kelola bisa tercapai.

“Tujuan rangkaian ini untuk mencari isu strategis. Jangan sampai nanti setelah di ACC, ada isu strategis yang belum tersampaikan. Imbasnya bukan hanya ke satuan kerja itu sendiri, tetapi dengan visi-misi Bupati-Wakil Bupati Lahat,” sampai Dodi, didampingi Kabid Peningkatan Kapasitas dan Limbah B3, Siti Zaleha ST MT. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Ajak Anggota Jurnalis FC Jadi Wira Agent

Lampung, Detik Sumsel– Mandiri Tunas Finance, salah satu anak perusahaan Bank Mandiri yang bergerak dibidang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *