Gelar Acara Organ Tunggal di PALI, Siap-siap Dibubarkan | Detik Sumsel
Pemprov
Ilustrasi

Gelar Acara Organ Tunggal di PALI, Siap-siap Dibubarkan

Pali, Detik Sumsel- Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) AKBP Rizal Agus Triadi SIk menyatakan bahwa dalam mencegah dan menekan penyebaran virus corona di Bumi Serepat Serasan, kepolisian bekerjasama Pemerintah Kabupaten PALI untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pembahasan PPKM sendiri telah dilaksanakan pada Senin (8/2) kemarin di kantor bupati PALI yang dipimpin langsung Kapolres yang dihadiri Sekda PALI, Kadinkes, Direktur RSUD dan sejumlah kepapa OPD terkait lainnya.

“Giat PPKM skala mikro akan dilaksanakan di wilayah kecamatan Talang Ubi yang saat ini masih dalam kondisi zona merah,” kata Kapolres.

Ditambahkan Kapolres bahwa Tim satgas covid juga intensif melaksanakan giat yustisi dan penyemprotan disinfektan di 6 kelurahan di wilayah kecamatan Talang Ubi yang saat ini paling banyak terdampak covid 19.

“Camat Talang Ubi menggerakkan seluruh perangkat kelurahan sampai tingkat RT dn RW untuk ikut melaksanakan PPKM skala mikro. PPKM ini akan dilaksanakan evaluasi selama 1 bulan untuk melihat sejauh mana efektiftas dan dampak dari giat tersebut,” katanya.

Dijelaskan juga Kasat Binmas AKP Samsu Rizal bahwa untuk sasarannya adalah pemilik restoran atau caffe, kemudian hajatan dan menggerakkan RT untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap warganya.

“Dalam waktu dekat ini pemilik restoran atau caffe akan dipanggil ke pemda guna sosialisasi PPKM. Salah satunya pemilik restoran membatasi jam buka usahanya, pengunjung juga dibatasi serta harus menyiapkan alat atau bak cuci tangan serta wajib terapkan protokol kesehatan. Begitu juga acara hajatan,” jelas Samsul Rizal, Selasa (9/2/21).

Untuk acara hajatan, Samsu Rizal menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mengeluarkan izin keramian menggelar organ tunggal atau sejenisnya, baik siang apalagi malam.

“Apabila ada yang menggelar orgen tunggal hingga malam hari maka kami akan bubarkan dan pemilik hajatan akan diproses secara hukum kalau tidak mengindahkan teguran dari kepolisian atau satgas. Untuk acara hajatan, pemilik acara wajib menyiapkan prokes seperti bak cuci tangan plus sabun dan membatasi jumlah pengunjung,” jelasnya. (Ari)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Pipa Minyak Mentah Adera Bocor, Ini Penjelasan Pertamina

PALI, Detik Sumsel- Lagi-lagi pipa minyak mentah bocor milik Pertamina Hulu Rokan ( PHR) Regional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *