Gudang Minyak di Kertapati Diduga Milik Polisi, Berdiri Sejak 2012, Warga Dijanjikan Ganti Rugi

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, DetikSumsel.com – Kebakaran yang terjadi di gudang minyak Kertapati, di Jalan Mayjend Saitibi Darwis, Kecamatan Kertapati Palembang, sudah mulai berjalan sejak 2012.

Dari penelusuran wartawan DetikSumsel.com di lapangan bisnis BBM jenis solar tersebut di duga milik seorang Polisi.

“Siapa yang tak tahu tampat tersebut, semua masyarakat sekitar pasti tahu,”ujar LS tetangga sekitar yang ditemui di kediamannya Jalan Mayjend Saitibi Darwis Kecamatan Kertapati Palembang, Jumat (23/9/2022).

Menurut LN, bisnis BBM jenis Solar tersebut merupakan milik seorang Bintara Polisi yang sudah berdiri sejak 2012 dan berdiri megah sampai sekarang.

“Jumlah pegawai sekitar puluhan orang atau sekitar 20 orang yang buka sampai 24 jam. pernah kita juga mendengar bunyi dak duk dak duk tak tau apa yang dikerjakan. Dan juga mobil baik yang berlogo BUMN atau pun tidak keluar masuk di tempat pengepul minyak tersebut,” ujarnya.

Peristiwa kebakaran dan ledakan yang terjadi, Kamis(22/9/2022) itulah yang baru diketahui oleh dirinya dan warga sekitar bahwa tempat tersebut milik Aipda S.

“Kalau kami baru tahu kalau kami tidur dibawah minyak,”katanya.

Dikatakannya, peristiwa kebakaan berawal dari dirinya sedang berada di dalam resto dan diberitahukan bahwa gudang milik oknum kepolisian tersebut terbakar.

“Diduga berasal dari percikan api dari genset yang menyambar ke  BBM di tempat tersebut, menyambar ke tempat yang lain dan menghanguskan satu  unit mobil mewah, truk dan kendaraan lainnya,”ujarnya.

Masih dikatakan LN, akibat kejadian kebakaran tersebut anggota Polisi tersebut berjanji akan mengganti semua kerugian yang menimpa warga.

“Kalau dari cerita karyawannya yang berbicara sama saya akan mengganti semuanya. Tapi kita di minta sabar dahulu,”Katanya.

Menurutnya, Kebakaran tidak terjadi hanya terjadi kemarin saja tapi juga pernah bahkan terdengar suara ledakan.

Komentar