Gunakan Resep Asli Aceh, Jaga Kualitas Rasa | Detik Sumsel
Detik
Pegawai Mie Aceh Meuboh memperlihatkan menu yang paling disukai konsumen saat berkunjung ke kedai tersebut
Pegawai Mie Aceh Meuboh memperlihatkan menu yang paling disukai konsumen saat berkunjung ke kedai tersebut (Maya/detiksumsel.com)

Gunakan Resep Asli Aceh, Jaga Kualitas Rasa

Palembang, Detik Sumsel  – Mie Aceh sudah dikenal sebagai kuliner yang memiliki cita rasa khas tersendiri dengan ekstra rempah juga cabai sehingga lebih dikenal sebagai mie dengan rasa pedas.

Kuliner asal tanah rencong ini bahkan sudah dibuat dalam versi mie instan siap saji untuk memenuhi selera pecinta mie Aceh.

Meski tersedia dalam cita rasa mie, instan tapi bagi penikmat kuliner pedas satu ini tidak perlu khawatir karena tetap bisa menikmati mie Aceh segar yang dibuat sendiri dari mienya juga dimasak langsung saat dipesan konsumen.

Mie Meuboh yang berada di Jalan Pengeran Subekti 26 Ilir atau dekat simpang Kedaung ini menyediakan mie Aceh. Mie dengan tekstur mie besar seperti mie celor ini dibuat sendiri untuk mempertahankan cita rasa asli khas Aceh.

Bumbu yang digunakan untuk memasak mie juga banyak dan kaya rasa sehingga memberikan sensasi mie gurih. Jelas Ridwan Pemilik rumah makan mie aceh Mouboh, Rabu (29/01)

Ridwan, menambahkan, menjual mie Aceh karena tingginya minat masyarakat yang ingin menikmati kuliner ini.

“Awal membuka usaha ini 17 Agustus 2018 lalu dan Alhamdulilah selalu ramai pengunjung bahkan setiap akhir pekan selalu penuh baik yang makan langsung maupun pembelian online,” ujarnya

Selin mie Aceh, Ridwan juga menyediakan menu otentik Aceh lainnya yakni martabak Aceh dan kopi Sanger. Ketiga menu ini merupakan menu andalan di kedainya.

Ditambahkanya, Martabak Aceh yang ditawarkan rupanya berbeda dengan martabak pada umumnya. Jika biasanya kulit martabak dibuat dari tepung, kulit martabak Aceh justru dibuat dari telur yang didadarkan langsung di atas wajan panas panas membentuk kulit martabak.

9Kemudian isian martabak dituang ke atas telur dadar tersebut lalu dilipat. Selanjutnya martabak digoreng seperti biasa hingga kesemua sisinya matang sempurna.

Varian isi martabak juga tersedia dalam pilihan sayur yang diaduk dengan telur dan campuran sayur juga daging cincang tumis yang diaduk dengan telur.

“Kuah karinya juga beda khas Aceh tidak menggunakan kentang sebagai pengenalnya tapi tetap menggunakan campuran daging cincang dan warna karinya lebih coklat kehitaman bukan kuning,” ujar Ridwan.

Menyantap mie dan martabak Aceh lebih cocok ditemani kopi khas Aceh yakni kopi Sanger. Kopi ini dibuat dengan kopi asli dataran tinggi Gayo yang disediakan dengan takaran gula dan krim yang pas yang disajikan dengan cara ditarik sehingga menimbulkan busa alami seperti teh tarik.

Tidak ketinggalan minuman es cendol durian menjadi best seller minuman yang wajib dicoba jika berkunjung ke kedai ini. Es cendol dipadukan dengan durian asli Medan yang tersedia sepanjang tahun sehingga es ini juga tersedia setiap saat bukan cuma saat musim durian seperti saat ini. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Beri Pelatihan Bagi Keluarga Terdampak COVID-19

Palembang, Detik Sumsel- Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *