Gus Yahya Tak Terbendung Ketum PBNU | Detik Sumsel
BNI"
Gus Yahya (kiri) bersama KH Amiruddin Nahrawi

Gus Yahya Tak Terbendung Ketum PBNU

Palembang, Detik Sumsel – Langkah Yahya Cholil Bisri atau yang akrab disapa Gus Yahya menuju kursi Ketua Pengrus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semangkin tak terbenduny.

Hampir seluruh pengurus PWNU dan PCNU se-Indonesia menyatakan dukungan kepada Gus Yahya. Hal tersebut diungkapkan KH Amiruddin Nahrawi kepada redaksi melalui sambungan seluler, Minggu (21/11).

“Alhamdulilah hampir seluruh PW dan PC NU menyatakan dukungan ke Gus Yahya,”ucap KH Amiruddin Nahrawi.

Hal tersebut terang pria yang akrab disapa Cak Amir, karena komitmen Gus Yahya yang ingin membangkitkan NU di abad ke -II NU.

Untuk itulah terang Cak Amir sapaan akrab KH Amiruddin Nahrawi ini, dibutuhkan sosok pemimpin NU yang benar – benar ideal, apalagi NU akan memasuki abad ke dua.

Foto bersama dengan Gus Yahya

“Dalam perhitungan hijriyah, pada 16 Rajab yang akan datang, NU memasuki usia ke 99. Pada 31 Januari 2022, NU berusia 96 tahun. Artinya, hasil muktamar kali inilah yang akan mengantarkan NU memasuki abad kedua. Di sini pula strategisnya sosok yang ideal,”terang Cak Amir.

“Sosok ideal itu ada di Gus Yahya, Ayah Gus Yahya adalah tokoh NU KH Muhammad Cholil Bisri, dan juga keponakan dari KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, pengasuh ponpes Raudlatut Thalibin. Jadi jangan diragukan soal NU nya,”ungkap Cak Amir lebih lanjut

Gus Yahya juga terangnya pernah menjadi murid KH. Ali Maksum di Madrasah Al-Munawwir Krapyak di Yogyakarta

Ia juga menilai bila sosok Gus Yahya merupakan salah satu sosok yang bisa memimpin NU diera perkembangan zaman.

“Mari sama – sama kita ijtihad memilih pemimpin yang mempunyai konsep membawa perubahan. Yakinlah Gus Yahya mampu menjawab tantangan di massa yang akan datang,”tandasnya.(Ram)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Danrem Gapo Ikut Rakor Jumlah Final Operasi PPKM dan Vaksinasi

Palembang, Detik Sumsel — Komandan Korem (Danrem) 044 / Gapo Brigjen TNI M Naudi Nurdika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *