Haflah II Ponpes Tunanetra, Lucianty Ingin Santri Tidak hanya Hafal Al-quran tapi Juga Berjiwa Bisnis

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com – Ir. Hj Lucianty, SE menghadiri hafla ke II pondok pesanteren tunanetra Cahaya Qolbu. Sebagai pembina dan donatur tetap, ia menginkan agar para alumni tidak hanya hafal Al-quran dan paham ilmu agama akan tetapi dia berharap jebolan pondok ini memiliki jiwa wirausaha.

Bahkan Luci meyakini para alumni bisa menggeluti profesi yang lebih terhormat sebagaimana layaknya orang normal. “Saya juga berharap alumni bisa menggeluti profesi yang lebih bergengsi seperti host diacara podcast,” katanya, Selasa (29/11/2022).

Untuk menjadikan para santri piawai tampil membawakan acara di TV maupun chanel youtube, Lucianty akan menyiapkan mentornya dari media Detiksumsel.com. Diketahui, Detiksumsel merupakan salah satu unit usaha milik yuk Luci, sapaan akrabnya.

Menurutnya menjadikan para santri dan alumni hidup mandiri dengan ilmu dan keterampilan sebagaimana orang normal merupakan cita-cita sejak lama. “Sekarang yang belajar disini terus bertambah. Untuk itu kami akan mencarikan dana agar semua fasilitas bisa terpenuhi dengan baik,” ujar ketua pimpinan daerah PKN atau Partai Kebangkitan Nusantara Sumsel ini.

Sementara itu yang juga pembina pondok pesanteren Hendri Zainudin menerangkan dari hari ke hari minat calon santri untuk menimbah ilmu di Cahaya Qolbu terus bertambah. Dia menerangkan Hafla II berlangsung di hotel Swarna Dwipa diikuti 7 santri. Sedangkan pada Hafla I, Ponpes baru menelurkan 4 alumi. Di angkatan ke tiga ini yang baru saja dimulai sudah terdaftar 11 santri.

Untuk itu dia berharap agar ke depan Pondok khusus Tunanetra bisa mempunyai gedung milik sendiri dan lebih respresentatif. Dalam kata sambutannya, ketua KONI Sumsel ini menerangkan dalam waktu dekat ini mereka akan membangun asrama, gedung pelatihan dan ruang belajar mulai dari tingkat SD-perguruan tinggi khusus tunanetra.

Bagunan tersebut berdiri diatas lahan seluas 3000M persegi. “Kami inginkan mereka bukan sekedar pandai pijat urut akan tetapi bisa berwirausaha seperti usaha kemplang tunu,” ujar Hendri.

Ditempat yang sama Zainudin, alumni ponpes Cahaya Qolbu mengucapkan terimah kasih atas dukungan para donatur seperti Lucianty dan Hendri Zainudin. Dia berharap pondok bisa menelurkan lebih banyak lagi alumni yang berkualitas. Sebelumnya Zainudin telah menghafal sekitar 6 juz ayat-ayat alquran melalui HP.

Namun setelah menjadi santri Cahaya Qolbu dia beralih ke Al-quraan braille. “Di Cahaya qolbu kami benar-benar belajar ilmu Al-quran bukan sekedar menghafal.” (rezah/pram)

Komentar