Harga Jual Naik, Petani Kopi Pagaralam Malah Gigit Jari | Detik Sumsel
Detik
Salah satu Petani Kopi Kota Pagaralam

Harga Jual Naik, Petani Kopi Pagaralam Malah Gigit Jari

Pagaralam, Detik Sumsel- Komoditi kopi merupakan salah satu sektor yang sangat menunjang perekonimian di Kota Pagaralam, hal ini karena hampir sebagian besar masyarakatnya bergantung pada komuditi tersebut. Dengan itulah harga jual kopi sangat menentukan nasib para petaninya.

Namun, terhitung beberapa pelan terkahir ini, para petani kopi di Pagaralam dan sekitarnya malah gigit jari dengan adanya kenaikan harga jual kopi.

Hal tersebut bukan tanpa sebab, pasalnya meskipun saat ini harga jual biji kopi di Pagaralam sedang meranjak naik yaitu berkisar Rp24.000 perkilogramnya untuk biji kopi kering namun para petani saat ini tidak bisa lagi menjual hasil panen mereka disebabkan musim panen sudah berakhir.

Penghujung tahun seperti ini musim panen Kopi memang sudah berakhir dan sebagian besar petani kopi sudah tidak bisa lagi menjual biji kopi karena sudah habis.

Hamsah (34) salah satu petani Kopi Pagaralam menuturkan sungguh menyesalkan kenaikan harga jual kopi terserbut tidak dapat mereka rasakan, karena musim panen sudah berakhir.

“Meski harganya sudah tembus di Rp24.000 perkilogram dari harga sebelumnya yaitu Rp19.000 perkilogramnya, namun sama saja bohong sebab saat ini kami petani kopi sudah tidak bisa menikmatinya lagi. Pasalnya ini sudah penghujung tahun atau musim paceklik biji kopi sudah habis terjual saat musim panen kemarin,”katanya. Senin (29/11).

Mungkin masih ada saja petani kopi yang menikmati harga mahal saat ini. Namun itu biasanya para petani yang lahannya banyak dan mereka yang memiliki pekerjaan lain selain bertani kopi.

“Kalau kami ini pengghasilan hanya mengandalkan musim panen kopi, jadi tidak bisa menyimpan hasil panen. Setelah panen langsung dijual jadi saat ini hasil panennya sudah habis,” tegasnya.

salah satu pengepul Biji Kopi Welas (46) membenarkan jika saat ini harga jual biji kopi senang meranjak naik. Namun memang sudah tidak ada lagi kopinya yang akan dibeli petani.

“Harga kopi sedang mahal sekarang dek, tapi ya percuma meskipun mahal biji kopi dari petani sudah tidak ada lagi karena muism panen kopi sudah berakhir,”pungkasnya.(rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Crew Kapal MV Charlotte Tewas Tengkurap Diatas Kapal di Perairan Tanjung Buyut

Palembang, Detik Sumsel — Seorang crew kapal MV Charlotte dilaporkan meninggal dunia diatas kapal diperairan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *