Harga Logam Mulia Kembali Merangkak Naik | Detik Sumsel
Pemprov
Karyawan Antam tengah melayani pembeli logam mulia di butik logam mulia PT.Antam cabang Palembang.
Karyawan Antam tengah melayani pembeli logam mulia di butik logam mulia PT.Antam cabang Palembang. (Maya/detiksumsel.com)

Harga Logam Mulia Kembali Merangkak Naik

Palembang, Detik Sumsel – Awal 2021 ini, harga logam mulia Antam batangan 24 karat per 1 gram kembali naik sebesar Rp 8 Ribu dari sebelumnya Rp 965 ribu pergram, menjadi Rp 973 ribu per gram.

Sedangkan untuk ukuran logam mulia dengan berat 2 gram Rp 948 ribu per gram, logam mulia ukuran 0,5 gram Rp 537 ribu, logam mulia ukuran 3 gram Rp 942 ribu per gram, logam mulia ukuran 5 gram Rp 936 ribu per gram.

Kemudian untuk logam mulia 10 gram dijual seharga Rp928 ribu per gram dan Rp921 ribu per gram untuk ukuran logam mulia 25 gram.

Harga emas untuk satuan 50 gram dibanderol Rp918 ribu per gram, sedangkan untuk cetakan berukuran 100 gram dapat ditebus dengan harga Rp916 ribu per gram, logam mulia ukuran 250 gram Rp 915 ribu per gram dan logam mulia ukuran 500 gram  Rp 914 ribu per gram.

Marketing Repsentative PT Antam Tbk unit Palembang, Imam Sutarwoko mengatakan, harga logam mulia Antam di Palembang berbeda atau memiliki selisih harga dibanding Jakarta karena adanya perbedaan zona tugas sehingga menentukan perbedaan harga jual.

“Harga logam mulia ukuran 1 gram harganya naik tapi stoknya justru kosong. Kekosongan stok emas murni kepingan itu juga terjadi pada ukuran 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 3 gram dan 250 gram,” jelasnya, Rabu (12/01).

Adapun stok logam mulia yang tersedia hanya ukuran 5 gram, 10 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram dan 500 gram.

Terkait dengan diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, yakni 11-25 Januari dipastikan kondisi ini berdampak terhadap produksi dan stok logam mulia.

Ia mengatakan, produksi logam mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) ikut terganggu karena pembatasan jam kerja pabrik pengolahan emas tersebut.

“Sangat berpengaruh karena produksi cukup terhambat sebab hanya maksimal 25 persen pegawai yang diizinkan bekerja,” jelasnya.

Menyiasati keterbatasan itu PT Antam dari sisi produksi menambah shift kerja menjadi tiga kali dari semula hanya bekerja long shift. Pemberlakuan shift kerja baru ini diharapkan bisa memenuhi permintaan konsumen.

Sementara itu, dari sisi strategi penjualan lebih diarahkan ke konsumen kecil atau retail, agar masyarakat dapat membeli emas Antam dan tidak hanya untuk pemain emas besar saja.

“Pembatasan transaksi bagi reseller besar kita lakukan agar semua kebagian bisa berinvestasi pada logam mulia sebab di awal tahun permintaan tetap bagus dan tinggi meski sejumlah stok kosong,” tutup Imam. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Dukung UMKM Maker dan Reseller Lokal, Buka Akses Terhadap Pasar Nasional

Palembang, Detik Sumsel – Dari hasil riset terbaru, Tokopedia menjadi e-commerce paling populer di kalangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *