banner 728x250

Hasil Gelar Perkara Penyidik Terbitkan SP2HP, Pelapor Kasus Pencurian dengan Pemberatan Kecewa

Istimewa
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detik Sumsel — Hasil gelar perkara yang dilakukan Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Senin (25/7/2022) terhadap perkara nomor LPB/97/II/2022/SPKT Polda Sumsel terkait pencurian dengan pemberatan atau Pasal 363 KUHP dan 170 KUHP dihentikan penyelidikan karena tidak memenuhi unsur pidana.

Karena dihentikan penyelidikannya Dikcy selaku pelapor dan kuasa hukumnya advokat Rijen Kadin Hasibuan SH didampingi MP Nasution SH yang menghadiri langsung proses gelar perkara merasa kecewa dan keberatan atas kesimpulan penyidik.

Dalam perkara ini Dicky seorang penjual galon atau air mineral dan tabung gas selaku pelopor dengan nomor LPB/97/II/2022/SPKT Polda Sumsel terkait pencurian dengan pemberatan atau Pasal 363 KUHP dan 170 KUHP. Dimana terhadap laporan ini, pihak Dirreskrimum Polda Sumsel mengeluarkan SP2HP tentang penghentian penghentian penyelidikan.

“Terkait SP2HP yang diterbitkan penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel kita sangat keberatan, atas penghentian ini. Karena menurut penyidik unsur-unsur yang disampaikan tidak ada unsur pencurian. Padahal kalau kita lihat bukti dan fakta sampai saat ini barang-barang yang diambil pihak terkait belum dikembalikan. Ini sudah termasuk unsur-unsur pencurian dengan pemberatan,” jelas Rijen Kadin.

Dalam gelar perkara yang dihadiri kuasa hukum pelapor hari ini intinya penyidik menyebutkan sudah melakukan sesuai SOP. Namun pelapor sangat keberatan, pihak pelapor juga mengajukan ahli dari dr Yuli Asmara Triputra SH MH menurutnya ini sudah masuk unsur pencurian. “Masalah pengambilan barang-barang klien kita, pihak Grand City ini tidak ada hak, security untuk menyita barang ini,”katanya.

Baca Juga :   Masih Dibawah Umur, Remaja Ini Sudah Lima Kali Terlibat Pencurian

Barang-barang milik pelapor yang disita security Grand City, diantaranya galon kosong merek Aqua 1.470 buah, galon isi merek Vit 59 buah, LPG 12 Kg 15 tabung, LPG 12 kg kosong 3 tabung. Bahkan oli mesin juga 2 drum, total kerugian kita Rp 695 juta lebih. Belum dikembalikan barang-barang ini masih di gudang Citra Grand City.

“Klien kita Dicky ini beli ruko di Citra Grand City untuk berdagang, galon itu ketika datang kosong ditaruh diluar, ketika barang datang dari pabrik ditukar. Lalu diambil pihak CGC, alasannya karena penertiban lingkungan. Peristiwanya terjadi pada Jumat (11/2/22) pukul 14.00 WIB, di Kompleks Ruko Citra Grand City, Block B, 08/29, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang. Dengan terlapor Nixon dkk,”jelas Rijen.

Dikatakan Rijen pihak melakukan upaya hukum, baik pra peradilan, maupun surat menyurat juga. Gugatan hukum sudah mendaftarkan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Palembang, sudah mediasi dan masuk sidang pertama besok hari Rabu.

Dari surat SP2HP/152.b/V/2022/Ditreskrimum Polda Sumsel, tanggal 30 Mei 2022 hasil penyelidikan, terlapor Nickson dkk telah beberapa kali telah menyampaikan kepada pelapor Dicky undangan untuk hadir di posko satpam, untuk mencari solusi soal penumpukan barang-barang didepan ruko dagangan pelapor Dicky.

Baca Juga :   Bidik Nilai Unggul, Prodi Jurnalistik Submit Borang ke BAN-PT

Namun tidak memenuhi undangan, PT AIG juga mengirim surat teguran beberapa kali kepada Dicky, namun barang-barang itu tetap diletakan di depan area parkir ruko. Teguran kembali dilayangkan, namun pegawai Dicky tidak merespon.

Penertiban dilakukan berdasarkan “Peraturan lingkungan kawasan Orchad Citra Grand City yang tertuang dalam SPPJB dimana setiap pemilik penghuni ruko rukan wajib mentaati dan melaksanakan seluruh isi ketentuan dari peraturan lingkungan.

Teguran kembali dilayangkan terkait pemindahan penumpukan barang yang bukan pada tempatnya dari tanggal 28 Januari – 31 Januari 2022 namun tidak diindahkan. Sampai saat ini barang-barang pelapor Dicky diamankan pihak security komplek Citra Grand City, ditertibkan tanggal 11 Februari 2022 disimpan di area kompos Citra Grand City. Maka perbuatan berusaha memiliki atau pengerusakan tidak ditemukan faktanya, hingga dilakukan gelar perkara. Kesimpulannya demi kepastian hukum perkara tersebut dihentikan penyelidikannya.

Terpisah AKBP Wisdon SE di Unit 3 Subdit 1 Kamneg Dirreskrimum Polda Sumsel saat dikonfirmasi pada Senin (25/7/22) pukul 13.31 WIB beberapa kali dihubungi nomornya aktif namun belum ada jawaban.

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL