Hasilkan Mie yang Baik, Hati dan Pikiran Harus Tenang dan Fokus | Detik Sumsel
Pemprov

Hasilkan Mie yang Baik, Hati dan Pikiran Harus Tenang dan Fokus

Palembang, Detik Sumsel – Membuat mie basah dengan tangan menggunakan teknik dibanting ternyata memiliki kesulitan tersendiri karena mie dibuat tanpa pewarna, pengawet dan bahan campuran air kapur atau abu.

Mie dibuat mengandalkan bantingan tangan saja. Semakin sering dibanding maka akan semakin kalis dan semakin cepat membuat bentuk mie yang diinginkan.

Chef Efendi dari Hotel Myko mengatakan butuh konsentrasi dan pikiran jernih membuat mie. Sebab jika mood tidak bagus maka mie tidak akan jadi. Adonan akan hancur dan tidak akan pernah terbentuk menjadi mie meski dibanting berulang kali dalam waktu lama.

“Memasak dengan hati itu benar bukan cuma filosofi sebab saya pernah membuktikan sendiri saat marah membuat mie gagal,” ujarnya ditemui saat memasak di food court Diamond supermarket Soma, Jumat (19/08).

Efendy memiliki latar belakang spesialis Chinese food ini mengaku hanya butuh waktu tiga minggu belajar membuat mie basah dengan tangan menggunakan teknik banting.

Takaran bahan yang pas dan lamanya membanting adonan juga hati yang baik kunci keberhasilan membuat mie basah ini.

Tradisi membuat mie basah ini berasal dari China Utara yang dimasak dalam beragam hidangan mulai dari mie kuah, mie goreng, mie bentuk bihun hingga mirip kwitiaw. Semuanya dibuat dari bahan dan cara yang sama. Hanya saja untuk membentuk jenis mie yang diinginkan butuh jam terbang yang lebih lama lagi.

Lamien ini disajikan menjadi mie goreng yang dimasak dengan rempah khas Malaysia dari bahan utama ebi yang ditumis ditambah sayur dan seafood.

Mie goreng ini disajikan dengan saus khas yakni minyak cabe dan saos sambal khas makanan hot pot yang dibiasa ditemukan pada makanan Chinese.

“Sengaja tidak kita sediakan cabai giling dan cuka seperti makan bakso sebab ini Chinese food jadi kalau mau pedas bisa pesan pedas dan akan diberi saos pedas agar tetap menjadi hidangan chinese food,” tambah Efendy.

Untuk bisa menikmati satu porsi Lamien Malaysia ini konsumen tidak harus merogoh kocek yang dalam karena harga ditawarkan mulai Rp 19 ribu per porsi.

Untuk memasan hidangan ini harus sabar karena baru akan dimasak saat dipesan sebab semua bahan fresh sehingga membutuhkan waktu memasaknya.

Selagi menunggu mie dimasak, pengunjung bisa melihat langsung proses membuat dan memasak mie karena open kitchen.

Food court diamond menawarkan beragam makanan dengan harga terjangkau dan porsi mengenyangkan sehingga pengunjung yang selesai atau tengah menunggu keluarga belanja bisa bersantap.(May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Dukung UMKM Maker dan Reseller Lokal, Buka Akses Terhadap Pasar Nasional

Palembang, Detik Sumsel – Dari hasil riset terbaru, Tokopedia menjadi e-commerce paling populer di kalangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *