Hati – Hati, Berikut Waktu Terlarang Shalat Dhuha yang Wajib Diketahui

Iklan detik Sumsel

Palembang,Detiksumsel.com – Sholat Dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang bisa melengkapi shalat wajib.

Waktu pelaksanaan shalat ini juga merupakan waktu istimewa. Di mana terdapat hikmah yang luar biasa dari pelaksanaan shalat dhuha.

Inilah waktu, di mana banyak orang berkata pas untuk memohon dimudahkan rezeki.

Hanya saja, terkadang seseorang bingung kapan harus melaksanakan shalat dhuha. Shalat dhuha ini dilaksanakan pada pagi hari hingga sebelum datangnya adzan dzuhur.

Namun perlu diketahui bahwa ada waktu – waktu shalat yang diharamkan.

Berikut waktu yang diharamkan untuk melaksanakan shalat dhuha :

  1. Setelah Subuh Sampai Matahari Terbit

Waktu pertama yang diharamkan untuk melaksanakan shalat dhuha adalah ketika sesudah subuh hingga matahari terbitsek itar pukul 06.00-07.30 pagi.

Waktu kedua yang diharamkan untuk melakukan shalat dhuha adalah ketika memasuki dzuhur hingga tergelincirnya matahari atau pukul 11.30-12.15.

Kedua waktu tersebut diharamkan untuk melaksanakan shalat dhuha berdasarkan penentuan larangan dari Rasulullah .

Berikut ini hadis-hadis Rasulullah yang menunjukkan waktu-waktu yang diharamkan untuk shalat dhuha.

Dari Ibnu Abbas berkata, “Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi melarang shalat sesudah shubuh hingga matahari bersinar, dan sesudah ashar hingga matahari terbenam,” (HR. Bukhari).

  1. Waktu Terlarang Shalat Dhuha, Ketika Matahari Tinggi

Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha (pada waktu yang belum begitu siang), maka ia berkata, “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama.

Karena sesungguhnya Rasulullah  bersabda, “Shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah adalah pada waktu anak-anak unta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari,” (HR. Muslim).

Dari Ibnu Umar berkata, “Rasulullah  bersabda, ‘Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) shalat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) shalat hingga matahari terbenam’,” (HR. Bukhari).

Komentar