Hibah, Bentuk Pelestarian Barang Bersejarah di Museum Negeri Sumsel | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Foto Udara Museum Negeri Sumatera Selatan

Hibah, Bentuk Pelestarian Barang Bersejarah di Museum Negeri Sumsel

Palembang, Detik Sumsel – Menjadi hal yang umum museum merupakan sarana pembelajaran setiap golongan masyarakat yang berkunjung ketempat ini. Nyatanya, museum menjadi alat untuk tetap lestarinya suatu barang yang dinilai bersejarah. Apalagi jika barang itu merupakan suatu entitas dari suatu daerah.

Wujud nyata yang di lakukan Museum Negeri Sumatera Selatan yang akrab disebut Museum Balaputra Dewa ini ialah dengan menerima barang hibah. Tak hanya menambah koleksi juga menambahkan pengetahuan tentang sejarah yang ada di Sumatera Selatan.

“Dari pada hilang dan tidak terawat lebih baik dihibahkan ke museum,” ujar Kepala Museum Negeri Sumsel, H Chandra Amprayadi SH ketika ditemui media Jumat(28/05).

“Lagi juga sebagai bukti otentik untuk generasi seterusnya, kalau di tanya mana rumah limas, ya ini, kita bisa tunjukan,” tambahnya.

Senada, Peneliti Pusat Kajian Batanghari Sembilan, Dr (cand) Kemas Ari Panji SPd MSi mengungkapkan museum harus tetap berbenah dan tetap menjadi sumber terpercaya untuk generasi selanjutnya tentang sejarah yang ada di Sumsel.

“Sebaiknya museum juga terus menambah koleksinya, agar lebih koherensi dalam pamerannya,” ujar
Dr (cand) Kemas Ari Panji SPd MSi Jumat(04/06).

“Dan saya lihat, museum telah melakukan itu (red: penambahan koleksi),” tambahnya.

Dari catatan Detik Sumsel, Museum Negeri Sumatera Selatan sudah menerima koleksi barang bersejarah di Ruang Pameran Hibah Museum Negeri Sumatera Selatan Rabu(02/06).

Hibah dari Budayawan Palembang Drs Raden Muhammad (RM) Ali Hanafiah MM

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 4 buah barang bersejarah diterima dari seorang Budayawan Palembang Drs Raden Muhammad (RM) Ali Hanafiah MM berupa Tanjak Kepudang, Tanjak Bela Mumbang, Tanjak Meler, dan Iket-iket Ketang Bekasem yang merupakan Tanjak khas Palembang dengan berbahan Kain Batik Palembang yang telah dibuat sejak 1930-1940an oleh nenek beliau.

Saat ditemui di ruangan Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Kamis (03/06) Drs Raden Muhammad (RM) Ali Hanafiah mengatakan bahwa barang bersejarah ini untuk menambah koleksi dari museum ini guna memberikan informasi kepada masyarakat dan dinikmati banyak orang.

“Kemarin saya menghibahkan 4 buah tanjak yakni Tanjak Kepudang, Tanjak Bela Mumbang, Tanjak Meler, dan Iket-iket Ketang Bekasem, untuk menambah koleksi museum dan memberikan informasi pada masyarakat”, ujar Budayawan Palembang yang akrab di panggil Mang Amin

Diketahui sebelumnya beliau juga telah menghibahkan barang bersejarah berupa engsel rumah limas yang berusia sekitar 300 tahun pada tahun lalu. (pet)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Safari Berburu Bantu Petani Berantas Hama Babi Hutan

Lahat, Detik Sumsel – Gubernur Sumsel, H Herman Deru didampingi Wakil Bupati Lahat, Haryanto SE …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *