Hindari Segregasi Beton, Penuangan Adukan Beton Harus Cepat | Detik Sumsel
Detik

Hindari Segregasi Beton, Penuangan Adukan Beton Harus Cepat

Pati, Detik Sumsel – Pembangunan jalan betonisasi yang merupakan sasaran pokok pada program TMMD reguler ke 111 Kodim 0718/Pati di Desa Tamansari, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, saat ini pengerjaanya terus dikebut. Namun selalu memperhatikan pentahapannya sehingga nantinya akan diperoleh hasil yang benar-benar berkualitas. Dalam tahapannya yaitu meliputi pencampuran atau pengadukan bahan-bahan beton, pengangkutan atau pemindahan adukan beton, penuangan adukan beton, memadatkan adukan beton, meratakan permukaan beton dan perawatan beton. Selasa (29/06/2021).

Hal yang perlu diperhatikan saat penuangan adukan cor beton, agar hasil beton baik diperoleh dari cara penuangan adukan beton yang benar. Proses penuangan harus dilakukan dengan cepat sehingga adukan beton selalu dalam kondisi plastis dan dapat mengalir dengan lancar sampai ke rongga-rongga. Penuangan ini mulai dari sudut-sudut bekisting terendah, adukan beton tak boleh dimasukkan ke bekisting dengan jarak lebih dari 2 meter. Jika melebihi jarak maksimum 2 meter, maka dapat mengakibatkan segregasi.

Dijelaskan oleh Peltu Agung Widagdo selaku koordinator pekerjaan dilapangan, bahwa segregasi sendiri artiya pemisahan agregat kasar dari adukannya akibat campuran yang kurang lecak. “Adukan cor yang dibawa dengan angkong memang segera dituang dan tidak usah mengantri dalam penuangannya, sehingga kualitas beton akan sangat baik,” pungkasnya.

Selanjutnya iapun menambahkan jika proses penuangan beton sudah dimulai, maka proses ini tidak boleh berhenti hingga selesai penuangan pada suatu penampang. Permukaan atas harus terisi penuh dan rata dengan campuran beton untuk mendapatkan kualitas beton yang benar-benar kokoh.

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

OTT di PN Surabaya, KPK Amankan Seorang Hakim, Panitera Pengganti Serta Pengacara 

Jakarta, Detik Sumsel — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pengadilan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *